8 Tips Gunakan Aplikasi Kencan agar Aman Ala Mira Sumanti

3 hours ago 2

LIMA minggu sebelum hari pernikahannya, Mira Sumanti ditinggalkan tunangannya. Di tengah rasa kehilangan itu, ia mengunduh aplikasi kencan Tinder. Namun, tujuannya bukan untuk mencari pengganti. "Aku cuma butuh distraction. Aku pengin ngobrol sama orang yang nggak tahu masa laluku," kata karyawan Google itu kepada Tempo pada Mei 2026.

Empat tahun menggunakan aplikasi kencan membuat Mira bertemu puluhan orang dari berbagai negara. Tidak semua berakhir menjadi pasangan. Sebagian justru menjadi teman berdiskusi, memberi perspektif baru, bahkan membantu proses penyembuhan emosinya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Pengalaman itu kemudian ia tuliskan dalam buku Swipe Therapy. Dari berbagai kisahnya itu, Mira membagikan sejumlah pelajaran bagi siapa pun yang ingin menggunakan aplikasi kencan.

1. Jangan Menganggap Dating Apps Hanya untuk Mencari Jodoh

Menurut Mira, ekspektasi yang terlalu tinggi justru membuat banyak orang kecewa. "Dating app itu nggak selalu about finding the one. Bisa saja menemukan orang-orang yang membantu kita menemukan diri sendiri."

Ia mengaku bertemu seorang ahli neuroscience (peneliti sarah) asal Australia melalui Tinder. Hubungan mereka tidak pernah berubah menjadi hubungan romantis. Namun percakapan dengan pria tersebut justru menjadi salah satu titik balik proses penyembuhan emosinya. "Ada orang yang cuma hadir sebentar, tapi meninggalkan wisdom yang membantu healing," katanya.

Penulis Buku Swipe Therapy Mira Sumanti/Tempo-Mitra Tarigan

2. Selalu Verifikasi Identitas

Latar belakang Mira sebagai pegawai Google membuatnya memiliki kebiasaan unik. Sebelum bertemu seseorang, ia selalu mencari nama orang tersebut melalui Google. "Kalau dia nggak muncul di Google Search, LinkedIn, atau media sosial, aku nggak percaya," katanya.

Ia bahkan membuat "Googleable Scale" untuk menilai apakah seseorang cukup mudah diverifikasi. Menurutnya, informasi digital memang bisa dipalsukan, tetapi jejak digital tetap menjadi langkah awal untuk meminimalkan risiko penipuan atau kriminal lain.

3. Pilih Pertemuan Pertama di Tempat Umum

Mira selalu memilih bertemu pada siang hari. Biasanya ia mengajak makan siang atau brunch. "Daytime, public place. Safety first."

Selain lebih aman, suasana siang hari juga membuat percakapan terasa lebih santai. Jika obrolan tidak cocok, masing-masing bisa langsung pulang tanpa tekanan.

4. Jangan Terlalu Lama Berkenalan Lewat Chat

Menurut Mira, terlalu lama bertukar pesan justru membuat orang cepat lelah. Ia menyarankan agar pengguna aplikasi kencan segera bertemu dan berbicara secara langsung pemilik akun. Mira mengingatkan, ada orang yang tidak pandai atau tidak terbiasa komunikasi secara tertulis. Hingga pembaca pesan tertulis terkadang tidak mendapat impresi yang bagus. Padahal, ternyata orang itu jauh lebih nyaman dan santai saat diajak berbicara langsung. Ia biasanya mengajak bertemu dalam satu hingga dua minggu setelah berkenalan apabila berada di kota yang sama.

Hal itu pula yang dilakukan Mira. Ia mengaku cukup cepat untuk mengajak pasangan aplikasi kencannya untuk bertemu langsung. "Aku lebih senang cepat ketemu. Ada orang yang chatting-nya jelek, tapi aslinya menyenangkan," katanya.

Dengan bertemu langsung, seseorang bisa lebih mudah membaca karakter lawan bicara dibanding hanya mengandalkan pesan singkat.

5. Jangan Lupa Bahwa Orang yang Di-swipe adalah Manusia

Salah satu kritik Mira terhadap desain aplikasi kencan adalah mekanisme swipe yang membuat pengguna lupa bahwa setiap profil adalah manusia nyata. "Treat them how you want to be treated," kata Mira.

Ia mengaku berusaha tidak melakukan ghosting. Jika memang tidak ingin melanjutkan komunikasi, ia memilih menyampaikannya secara jujur. Menurutnya, etika sederhana itu penting karena setiap orang membawa pengalaman hidup dan luka masing-masing.

6. Jangan Terjebak Ilusi Pilihan Tanpa Batas

Mira melihat banyak pengguna terus melakukan swipe karena merasa masih ada pilihan yang lebih baik. Padahal, menurutnya, persepsi itu sering membuat orang gagal membangun hubungan yang lebih dalam. "The grass is greener where you water it."

Menurut dia, hubungan membutuhkan waktu untuk berkembang. Tidak semua kecocokan muncul pada pertemuan pertama.

7. Percaya pada Insting saat Bertemu Langsung

Di era kecerdasan buatan, Mira mengingatkan bahwa foto maupun identitas digital semakin mudah dimanipulasi. "Foto bisa dibuat AI. Karena itu aku lebih percaya gut feeling saat ketemu langsung," katanya. Baginya, komunikasi tatap muka tetap menjadi cara terbaik mengenali karakter seseorang.

8. Gunakan Teknologi dengan Bijak

Sebagai orang yang kini bekerja mengembangkan pemasaran Gemini di Google, Mira justru mengingatkan agar masyarakat tidak terlalu bergantung pada teknologi dalam membangun hubungan.

Ia mengaku khawatir dengan munculnya AI boyfriend maupun AI girlfriend. "Kalau AI selalu mengiyakan kita, orang jadi tidak belajar menghadapi manusia yang nyata," katanya.

Menurut Mira, hubungan sesama manusia selalu penuh kompromi, perbedaan pendapat, dan ketidaksempurnaan. Hal-hal itulah yang tidak bisa digantikan oleh teknologi. Bagi Mira, aplikasi kencan hanyalah alat.Yang menentukan kualitas hubungan tetap cara manusia memperlakukan manusia lainnya. "Jangan lupa, orang yang kita swipe itu manusia sungguhan. Mereka punya cerita, luka, dan sejarah hidupnya masing-masing," kata Mira.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |