Akademisi Soroti Risiko Proyek PSEL, Bisa Hambat Target Emisi Nol Bersih RI 2060

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Dekan Fakultas Ilmu dan Teknologi Lingkungan Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Benediktus Danang Setianto atau biasa disapa Benny, mengungkapkan pembangunan pengolahan sampah menjadi energi listrik (PSEL) berpeluang memunculkan masalah emisi atau polusi baru. Menurutnya, hal itu berpotensi menghambat Indonesia mencapai emisi nol bersih pada 2060.

Benny mengatakan, saat ini Indonesia tengah menargetkan pembangunan PSEL sebagai sumber energi baru dan solusi penyelesaian permasalahan sampah. Dia menyebut, terdapat dua metode produksi energi dengan memanfaatkan sampah.

Metode pertama adalah dengan menghimpun gas metana sampah. "Jadi gasnya itu dikumpulkan, kemudian dipompa, ditampung untuk menjadi energi," kata Benny seusai menghadiri acara diskusi tentang energi hijau di Kota Semarang, Jawa Tengah, Ahad (17/5/2026) lalu.

Sementara metode kedua adalah insinerasi atau pembakaran menggunakan mesin insinerator. Menurut Benny, metode atau teknologi insinerasi lebih murah dibandingkan dengan penghimpunan gas metana.

"Tapi insinerator itu kalau kita tempatkan dalam kerangka ingin mencapai net zero emission, maka itu menciptakan polusi udara baru juga. Ya mau tidak mau (menggunakan) gas metana, tapi teknologinya mahal," ujar Benny.

Dia menambahkan, selain berbiaya mahal, pengelolaan PSEL dengan metode penghimpunan gas metana juga harus memperhatikan lindi atau cairan yang dihasilkan sampah. Menurut Benny, selama ini lindi belum dapat dikelola dengan baik.

"Kenapa air sampah itu belum bisa diolah dengan baik? Karena kembali lagi, proses kita memasukkan sampah ke TPA masih acakadul," ucap Benny.

Dia mengungkapkan, PSEL sebagai bagian dari rencana bauran energi memang harus dimunculkan. "Tapi apakah skala keekonomiannya itu sudah memenuhi, kemudian teknologinya sudah benar-benar proven? Nah itu yang juga harus kita hati-hati," ujarnya.

Menurut Benny, jika ditinjau dari sisi positif, PSEL tentu mempunyai manfaat yang jelas, yakni mengurangi timbunan sampah. Namun di sisi lain, PSEL juga berpotensi memproduksi emisi yang dapat menghambat Indonesia mencapai target emisi nol bersih pada 2060. 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |