Mentan Andi Amran Sulaiman saat menghadiri dan meninjau langsung pelepasan ekspor perdana produk urea PT Pupuk Indonesia (Persero) melalui PT Pupuk Kalimantan Timur ke Australia di Pelabuhan Bontang, Kalimantan Timur, Rabu (14/5/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengancam mencopot manajer yang mempersulit penyaluran pupuk kepada petani. Amran menegaskan pupuk yang tersedia harus disalurkan kepada petani dan tidak boleh dijual dengan harga yang tidak semestinya.
Peringatan tersebut disampaikan Mentan setelah seorang mahasiswa Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) mengeluhkan kesulitan memperoleh pupuk untuk mendukung kegiatan pertanian sayuran di Kabupaten Kampar, Riau. Keluhan itu disampaikan seusai Amran memberikan kuliah umum dalam rangka Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) dan MASTA UMRI di Pekanbaru.
“Yang kemarin jual mahal pupuk, kemudian tidak diberikan pupuk, manajernya ugal-ugalan, saya beri hadiah copot di tempat,” tegas tokoh yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Bapanas), dalam keterangan tertulis yang diterima Jumat (18/9/2026).
Mahasiswa tersebut mengaku kesulitan mendapatkan pupuk, terutama ketika tanaman sayuran membutuhkan pupuk dalam jumlah besar. Kondisi tersebut turut dihadapkan pada tantangan pertanian di Kampar, termasuk banjir yang dapat memengaruhi hasil usaha tani.
Mendengar keluhan tersebut, Amran langsung menanyakan lokasi kegiatan pertanian mahasiswa. Setelah mengetahui lokasinya berada di Kabupaten Kampar, dia memastikan kebutuhan pupuk akan segera ditindaklanjuti. “Insyaallah pasti dikirim pupuk,” ujarnya.
Amran kemudian meminta mahasiswa tersebut berkoordinasi langsung dengan pejabat yang menangani pupuk. Dia juga meminta nomor kontak mahasiswa agar kebutuhan pupuk di lapangan segera ditindaklanjuti. “Oke. Nanti pupuk. Amankan. Ini ambil nomor HP-nya,” kata Mentan.
Amran menegaskan pemerintah harus hadir memberikan pelayanan ketika masyarakat menyampaikan persoalan di lapangan. Menurut dia, mahasiswa yang mulai terjun ke sektor pertanian juga perlu mendapatkan dukungan agar dapat mengembangkan usaha sekaligus menjadi bagian dari regenerasi petani.
“Nggak boleh. Kami ini pelayan rakyat. Kami pelayan mahasiswa. Jiwa ragaku untuk rakyat Indonesia, untuk mahasiswa Indonesia,” ujar Amran.
Amran juga mendorong mahasiswa tersebut untuk terus melanjutkan kegiatan pertanian. Dia menyebut sektor pertanian memiliki peluang ekonomi yang besar bagi generasi muda sehingga profesi petani dapat dikembangkan dengan pendekatan kewirausahaan.
Dorongan tersebut disampaikan Mentan saat menanyakan kesiapan mahasiswa menjadi petani. Mahasiswa itu menjawab siap dan Amran kemudian menggambarkan petani muda sebagai pengusaha yang dapat mengembangkan sektor pertanian secara mandiri.
Dengan respons tersebut, Amran menekankan penyaluran pupuk harus berjalan sesuai kebutuhan petani. Dia juga memastikan persoalan di lapangan harus segera ditindaklanjuti agar kendala distribusi pupuk tidak menghambat usaha pertanian.

40 minutes ago
2















































