REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) memastikan antrean kendaraan menuju Pelabuhan Gilimanuk tetap bergerak meski terjadi kepadatan pada periode Angkutan Lebaran 2026. Lonjakan arus dipicu peningkatan mobilitas masyarakat yang ingin menyeberang lebih awal jelang penutupan lintasan saat Hari Raya Nyepi.
Wakil Direktur Utama ASDP Indonesia Ferry Yossianis Marciano mengatakan, antrean dipengaruhi tingginya volume kendaraan serta dinamika lalu lintas di jalur menuju pelabuhan.
“Selain tingginya volume kendaraan menuju pelabuhan, kondisi antrean juga turut dipengaruhi dinamika lalu lintas di sepanjang jalur menuju kawasan Gilimanuk, termasuk aktivitas masyarakat di sejumlah titik layanan umum seperti area pengisian bahan bakar maupun fasilitas pendukung perjalanan lainnya,” ujar Yossianis, Selasa (17/3/2026).
Yossianis menjelaskan, antrean yang sempat mencapai sekitar 36 kilometer kini mulai terurai menjadi sekitar 20 kilometer dengan kondisi padat mengalir. Perseroan mengoptimalkan kapal, dermaga, dan pengaturan operasional untuk menjaga arus tetap bergerak.
“ASDP melakukan berbagai upaya maksimal dengan mengoptimalkan kapal, dermaga, serta pengaturan operasional agar arus kendaraan tetap bergerak,” kata Yossianis.
Yossianis mengatakan lonjakan pergerakan terlihat dari data H-5 pada 16 Maret 2026, dengan 76.495 penumpang menyeberang dari Bali ke Jawa atau naik 2,9 persen dibandingkan tahun lalu. Jumlah kendaraan tercatat 23.025 unit yang terdiri dari 14.398 sepeda motor, 6.350 kendaraan roda empat, 1.339 truk, dan 938 bus.
Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-5, jumlah penumpang mencapai 309.135 orang atau meningkat 0,7 persen secara tahunan. Total kendaraan yang menyeberang tercatat 97.787 unit atau naik 2,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Yossianis menegaskan, optimalisasi operasional terus dilakukan bersama pemangku kepentingan untuk mengurai kepadatan secara bertahap.
“Dengan dukungan seluruh pemangku kepentingan, ASDP terus berupaya menjaga layanan penyeberangan tetap aman, lancar, dan kondusif sehingga mobilitas masyarakat maupun distribusi logistik tetap berjalan dengan baik,” kata Yossianis.
General Manager ASDP Cabang Ketapang Arif Eko mengatakan, rekayasa lalu lintas diterapkan untuk memperlancar arus kendaraan menuju pelabuhan. Kendaraan kecil dialihkan ke buffer zone kargo untuk mengurangi kepadatan di jalur utama.
“Kendaraan kecil juga diarahkan menuju area Buffer Zone Kargo yang saat ini terpantau terisi guna mengurangi kepadatan di jalur utama menuju pelabuhan,” ujar Arif.
Arif mengatakan, lintasan Ketapang–Gilimanuk dioperasikan dengan pola padat menggunakan 34 kapal. Sebanyak 24 kapal dioperasikan dengan skema Tiba–Bongkar–Berangkat untuk mempercepat perputaran layanan.
“Sebanyak 24 kapal dikerahkan untuk melayani skema TBB, di mana kapal yang tiba di Pelabuhan Ketapang langsung melakukan proses bongkar muatan dan segera kembali berlayar tanpa melakukan pemuatan kendaraan baru, sehingga perputaran kapal menjadi lebih cepat,” kata Arif.

6 hours ago
6















































