Bahlil Bilang Konversi Motor Listrik akan Dapat Insentif dari Pemerintah, Berapa Nilainya?

2 hours ago 4

Program konversi motor konvensional menjadi bagian dari strategi transisi energi.

Rep: Dian Fath Risalah,Frederikus Dominggus Bata,Dian Fath Risalah,Frederikus Dominggus Bata/ Red: Friska Yolandha

Direktur Operasi PT Cogindo, Mulyadi saat menunjukkan motor hasil konversi dari bahan bakar minyak ke tenaga listrik dalam Gelar Konversi Sepeda Motor Listrik Perdana di Kementerian ESDM, Jumat (28/7/2023).

REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menyampaikan pemerintah akan memberikan insentif untuk program konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik, sebagaimana sebelumnya telah dilakukan oleh Kementerian ESDM. Namun, ia belum menentukan target jumlah sepeda motor yang akan dikonversi maupun nilai subsidi yang akan diberikan dalam program tersebut.

“Sudah barang tentu negara akan hadir untuk tanggung renteng dengan masyarakat ketika dikonversi dari bensin ke motor listrik. Pasti ada semacam sweetener-nya,” ujar Bahlil saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (9/3/2025).

Menurut Bahlil, target konversi serta besaran insentif akan dibahas dalam rapat Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Transisi Energi.

“Satgas kan baru dibentuk. Saya rapat satgas dulu, baru nanti saya akan laporkan,” kata Bahlil.

Konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik, kata Bahlil, merupakan salah satu strategi pemerintah untuk mengurangi polusi sekaligus mendorong transisi energi dari energi fosil ke energi terbarukan.

Sebelumnya, Bahlil mengumumkan pemerintah membentuk Satgas Percepatan Transisi Energi untuk mempercepat implementasi sejumlah program, termasuk konversi sepeda motor konvensional menjadi motor listrik.

Ia menyampaikan skema dukungan bagi program tersebut masih akan dibahas lebih lanjut oleh satgas yang baru dibentuk guna mempercepat implementasi energi bersih.

Satgas ini dibentuk untuk mempercepat konversi kendaraan bermotor konvensional yang jumlahnya mencapai sekitar 120 juta unit sepeda motor menjadi kendaraan listrik.

Presiden Prabowo Subianto menargetkan implementasi program tersebut dapat berjalan maksimal dalam waktu tiga hingga empat tahun, bahkan diharapkan dapat terealisasi lebih cepat.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |