REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia melantik empat pejabat pimpinan tinggi di lingkungan Kementerian ESDM di Jakarta, Rabu (5/8/2026). Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan organisasi untuk mendukung pengelolaan sektor energi, sumber daya mineral, dan ketahanan energi nasional.
Empat pejabat yang dilantik, yakni Lana Saria sebagai Kepala Badan Geologi, Tirta Nugraha Mursitama sebagai Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan Kementerian ESDM, Muhammad Ikhsan Kiat sebagai Kepala Balai Besar Pengujian Minyak dan Gas Bumi (Lemigas), serta Mawardi Nur sebagai Kepala Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).
"Badan Geologi ini sangat penting. Sebab, di sanalah awal sumber data menyangkut kekayaan sumber daya alam kita, baik mineral dan batu bara maupun sektor migas," kata Bahlil usai pelantikan.
Menurut Bahlil, Badan Geologi menjadi fondasi dalam penyediaan data dan informasi geologi yang dibutuhkan pemerintah untuk menyusun kebijakan di sektor mineral, batu bara, serta minyak dan gas bumi. Data tersebut menjadi acuan dalam pengelolaan sumber daya alam sekaligus mendukung agenda hilirisasi yang tengah dijalankan pemerintah.
Bahlil menilai penguatan aspek ekonomi dalam setiap kebijakan energi menjadi kebutuhan penting. Karena itu, posisi Staf Ahli Bidang Hubungan Kelembagaan diharapkan mampu memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga agar kebijakan ESDM berjalan efektif serta memberi manfaat bagi masyarakat.
"Saya juga melantik staf ahli di bidang ekonomi karena penting sekali bagaimana arah kebijakan negara lewat Kementerian ESDM itu betul-betul dikaji secara baik terhadap dampak ekonominya langsung kepada rakyat," ujarnya.
Kepala BPMA yang baru, Mawardi Nur, juga mendapat tugas khusus untuk mempercepat peningkatan produksi minyak dan gas di Aceh. Menurut Bahlil, BPMA memiliki fungsi serupa SKK Migas di wilayah Aceh karena daerah tersebut berstatus otonomi khusus sehingga memerlukan pengelolaan tersendiri.
"Tingkatkan lifting di Andaman dan naikkan semua sumber-sumber blok minyak yang ada di wilayah Aceh," ujar Bahlil.
Pelantikan tersebut diharapkan memperkuat kinerja organisasi Kementerian ESDM dalam menjalankan berbagai program strategis pemerintah. Penguatan kelembagaan itu juga diarahkan untuk mempercepat peningkatan produksi migas, memperkuat basis data geologi, serta memastikan setiap kebijakan energi memberikan manfaat bagi masyarakat dan ketahanan energi nasional.

13 hours ago
7













































