Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan pengembangan bancassurance menjadi salah satu langkah perseroan memperbesar sumber pendapatan di luar bunga. (ilustrasi)
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN) mencatat pendapatan nonbunga dari bisnis bancassurance mencapai Rp27,4 miliar hingga semester I 2026. Kontribusi tersebut setara sekitar 1,5 persen dari total fee-based income perseroan.
Direktur Utama BTN Nixon LP Napitupulu mengatakan pengembangan bancassurance menjadi salah satu langkah perseroan memperbesar sumber pendapatan di luar bunga. Bisnis tersebut dikembangkan sebagai bagian dari strategi Beyond Mortgage BTN.
BTN juga tengah mengembangkan kemitraan bancassurance eksklusif melalui jaringan kantor cabang untuk memperluas layanan kepada nasabah.
Pengembangan bisnis berbasis komisi tersebut dilakukan bersamaan dengan diversifikasi bisnis BTN ke sektor di luar perumahan. Per Juni 2026, porsi kredit non-perumahan BTN telah mencapai 20,4 persen dari total kredit, meningkat dari 18 persen pada akhir 2025.
Nixon mengatakan diversifikasi tidak akan mengubah fokus BTN sebagai bank yang bergerak di sektor perumahan. Perseroan memperluas layanan untuk menangkap kebutuhan finansial nasabah di luar pembiayaan rumah.
“BTN tetap menjadi bank yang fokus pada sektor perumahan. Namun, kebutuhan nasabah tidak berhenti ketika mereka memiliki rumah. Melalui Beyond Mortgage, kami ingin hadir lebih luas dalam kebutuhan finansial nasabah sekaligus masuk ke ekosistem-ekosistem baru yang memiliki potensi bisnis besar,” ujar Nixon dalam Public Expose Live 2026 di Jakarta, Kamis (10/9/2026).
Selain bancassurance, BTN memperluas bisnis melalui ekosistem pemerintah daerah, pendidikan, kesehatan, dan pariwisata. Hingga Juni 2026, perseroan telah bekerja sama dengan 59 pemerintah daerah, 57 universitas, dan 26 rumah sakit.

3 hours ago
4















































