BURSA Efek Indonesia (BEI) meyakini lembaga penyedia indeks global bakal mempertahankan status pasar modal Indonesia sebagai Emerging Market. Pejabat sementara (Pjs) Direktur Utama BEI Jeffrey Hendrik membantah bahwa status pasar Indonesia diturunkan ke Frontier Market.
Jeffrey mengatakan baru-baru ini beredar tangkapan layar berisi informasi bahwa Morgan Stanley Capital International (MSCI) menempatkan Indonesia di Frontier Market.
Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca
“Itu adalah informasi yang salah. Tentu kami sekali lagi mengimbau agar investor check dan cross-check atas informasi yang beredar di pasar sebelum mengambil keputusannya,” kata dia kepada wartawan di Gedung BEI, Jakarta, Kamis, 4 Juni 2026.
MSCI dijadwalkan mengumumkan hasil tinjauan Global Market Accessibility Review 2026 pada 18 Juni dan Annual Market Classification Review 2026 pada 23 Juni 2026. Sampai saat ini, MSCI masih mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market.
“Dari hal-hal konkret yang sudah kami lakukan, kami memiliki ekspektasi yang sangat tinggi bahwa Indonesia akan tetap di Emerging Market,” ucap Jeffrey. Ia menuturkan bahwa otoritas bursa telah berupaya memulihkan kepercayaan investor, yaitu dengan meningkatkan transparansi, meningkatkan granularisasi data, serta memberikan informasi high shareholding concentration.
Sementara itu, ekonom Universitas Paramadina Wijayanto Samirin mengatakan penurunan IHSG tidak akan menjadi pemicu turunnya klasifikasi saham Indonesia ke Frontier Market.
Pada Rabu, 3 Juni 2026, IHSG ditutup anjlok 4,11 persen ke level 5.941. Ini merupakan level terendah sejak Mei 2021. Pada Kamis pagi, IHSG bahkan sempat terjun ke level 5.655. IHSG pada Kamis sore, 4 Juni 2026 juga ditutup melemah 101,28 poin atau 1,70 persen ke level 5.839,78.
Wijayanto menuturkan, ada tiga faktor yang bisa membuat Indonesia turun kelas, yaitu masalah tata kelola, masalah likuiditas, dan masalah transparansi. “Saya rasa (penurunan kelas) tidak akan terjadi dalam waktu dekat ini,” katanya kepada Tempo pada Rabu, 3 Juni 2026.

















































