REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di balik kinerja keuangan yang moncer pada 2025, Bank BNI juga menegaskan perannya sebagai instrumen negara dalam mendukung agenda pembangunan nasional.
Sejalan dengan program prioritas pemerintah dan Asta Cita, BNI berkontribusi aktif pada sektor-sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, penguatan ekonomi desa, serta sektor riil yang menjadi pendorong penciptaan lapangan kerja dan pembangunan daerah.
Peran tersebut dijalankan melalui pembiayaan yang terarah, penguatan layanan keuangan, serta pemanfaatan digitalisasi untuk memastikan implementasi kebijakan pembangunan berjalan efektif dan berkelanjutan.
Dirut Bank BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan pada Program Makan Bergizi Gratis (MBG) misalnya, BNI berperan dalam penyaluran pembiayaan sekaligus mendukung digitalisasi transaksi melalui pemanfaatan layanan Virtual Account dan BNIdirect, sehingga proses operasional program berjalan lebih efisien, transparan, dan terintegrasi.
"Sebagai bank milik negara, BNI memposisikan diri tidak hanya sebagai lembaga intermediasi, tetapi sebagai mitra strategis pemerintah dalam mengakselerasi agenda pembangunan nasional," kata Putrama, Selasa (3/2/2026).
Sementara itu, pada Program Sekolah Rakyat, BNI menjalankan peran strategis sebagai bank yang menyediakan layanan perbankan digital untuk pengelolaan sekolah, termasuk pembukaan rekening bagi siswa dan tenaga pendidik serta penguatan ekosistem keuangan berbasis Agen46.
BNI juga turut mendorong pembangunan desa, koperasi, dan UMKM melalui pembiayaan untuk pengembangan Koperasi Kecamatan/Kelurahan Desa Merah Putih (KDKMP) yang terintegrasi dengan jaringan Agen46, serta memperkuat dukungan terhadap Program 3 Juta Rumah melalui penyaluran KPR FLPP.
"Sinergi kami dalam berbagai program prioritas pemerintah kami jalankan dengan pendekatan yang prudent, berbasis ekosistem, dan berorientasi pada penguatan fundamental ekonomi jangka panjang," kata Putrama, menegaskan.
Adapun terkait penempatan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) Kementerian Keuangan (Kemenkeu), BNI telah menyalurkan ke sektor-sektor produktif dengan tetap mengedepankan kehati-hatian. Misalnya sektor pengolahan, perdagangan, konstruksi, pertanian, kehutanan, perikanan, dan lainnya.
sumber : Rilis

1 day ago
1
















































