BYD Indonesia Paparkan Teknologi Baterai Blade Generasi Kedua, Tembus Seribu Km Lebih Sekali Cas

2 hours ago 2

Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao memaparkan kecanggihan teknologi baterai blade generasi kedua milik BYD serta pengisian daya cepat yang akan dikembangkan di China dan dunia di Jakarta, Senin (9/3/2026). Dua teknologi ini membuat jarak tempuh kendaraan BYD lebih jauh dengan waktu pengecasan yang singkat serasa mengisi BBM di SPBU.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Direktur BYD Motor Indonesia Eagle Zhao memaparkan perkembangan teknologi terbaru dari produsen otomotif asal China ini. BYD meluncurkan baterai blade generasi kedua pada awal bulan ini, yang salah satu keunggulannya adalah kemampuan menampung daya lebih banyak dari baterai generasi awal sehingga memperpanjang jarak tempuh.

Teknologi ini merupakan pengembangan dari baterai blade yang pertama kali diperkenalkan BYD sekitar enam tahun lalu.

Baterai generasi terbaru tersebut dirancang untuk meningkatkan jarak tempuh kendaraan listrik sekaligus mempercepat proses pengisian daya. Dalam pengembangannya, baterai ini diklaim Eagle dapat mendukung kendaraan dengan jarak tempuh hingga sekitar 1.036 kilometer dalam sekali pengisian penuh.

Selain itu, sistem pengisian daya yang mendukung baterai ini juga dikembangkan untuk meningkatkan kecepatan pengisian. BYD memperkenalkan teknologi pengisian cepat yang disebut mampu mengisi daya dari sekitar 10 persen hingga 70 persen dalam waktu sekitar lima menit pada kondisi tertentu.

Perusahaan otomotif dari Negeri Tirai Bambu juga mengembangkan sistem pengisian cepat dengan daya hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Teknologi ini dirancang untuk mempercepat proses pengisian kendaraan listrik dan mengurangi waktu tunggu pengguna.

BYD mencatatkan rekor dunia baru dalam kecepatan pengisian daya, dengan kemampuan mengisi daya dari 10% hingga 70% State of Charge (SOC) hanya dalam 5 menit, serta mencapai 97% hanya dalam 9 menit. Bahkan dalam kondisi suhu ekstrem hingga -30°C, durasi pengisian dari 20% hingga 97% hanya bertambah sekitar 3 menit dibandingkan dengan kondisi suhu ruang.

Eagle mengutarakan rencana BYD memperluas infrastruktur pengisian cepat tersebut secara bertahap, dimulai dari pasar domestik di China sebanyak 20 ribu fast charging station. Setelah itu, barulah BYD akan mengembangkan secara global.

"BYD berencana memulai mengembangkannya secara global mulai dari akhir tahun 2026. Generasi baru teknologi ini (baterai dan stasiun pengisian daya cepat) memungkinkan jarak berkendara menjadi lebih jauh sekaligus mendukung kecepatan pengisian yang dapat menyamai waktu pengisian bahan bakar kendaraan konvensional," kata Eagle dalam acara buka puasa bersama awak media di Jakarta, Senin (10/3/2026) petang.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |