Cara Tora Sudiro Pantau Putri Bungsunya saat Bepergian

1 hour ago 2

AKTOR Tora Sudiro mengaku kekhawatiran terbesar sebagai orang tua muncul ketika anak-anaknya beranjak remaja dan mulai bepergian sendiri, baik untuk sekolah, kegiatan ekstrakurikuler, maupun aktivitas bersama teman. Ia tidak ingin menjadi ayah yang membatasi ruang gerak anak remajanya, namun tetap ingin memastikan buah hatinya dapat bepergian dengan aman dan nyaman.

Pilihan Editor: Transportasi Hemat Pekerja Urban

Tora Sudiro dan sang istri, Mieke Amalia, memiliki lima anak perempuan. Kini, putri bungsu mereka yang bernama Jenaka Mahila Sudiro telah berusia 14 tahun. Memasuki usia remaja, Jenaka mulai memiliki lebih banyak aktivitas di luar rumah. Tora dan Mieke yang tidak bisa selalu mengantar atau menemainya pun mulai belajar memberikan kepercayaan kepada sang putri untuk bepergian secara lebih mandiri.

"Kami inginnya dia sampai dengan aman dan memonitor dia. Enggak mungkin kita telepon-telepon terus-menerus, kita juga ingin merasa nyaman dan aman melepas anak sendirian. Yang paling penting termonitor," kata Tora dalam acara Media Talkshow: Panduan Tenang Keluarga bersama GrabKeluarga di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Selasa, 30 Juni 2026.

Bagi Tora Sudiro, memberikan kepercayaan kepada anak remaja untuk mulai bepergian sendiri merupakan proses yang membutuhkan keseimbangan antara memberi kebebasan dan memastikan keamanan mereka. "Kami ingin anak belajar mandiri dan punya ruang untuk berkembang, tetapi di saat yang sama tetap ada rasa khawatir ketika tidak bisa selalu mendampingi anak secara langsung," ungkapnya.

Menurut psikolog keluarga Pritta Tyas, rasa khawatir orang tua ketika anak remaja mulai bepergian sendiri merupakan hal yang wajar. Namun, ia menilai orang tua tetap perlu mendampingi proses anak belajar mandiri dengan cara yang sesuai usia dan tingkat kesiapan mereka.

"Kalau kita mau mengenalkan kemandirian ke anak di usia 13-18 tahun, sebenarnya kita sebagai orang tua juga perlu aware, kita itu orang tua yang pencemas atau bukan," ucap Pritta.

Menurutnya, setiap orang tua memiliki respons yang berbeda ketika anak mulai memasuki fase remaja dan meminta lebih banyak kebebasan. Ada orang tua yang merasa semakin tenang ketika anak mulai mandiri, tetapi ada pula yang tingkat kecemasannya tinggi sehingga terus membayangkan berbagai kemungkinan buruk yang dapat terjadi.

Berdasarkan survei BPS pada 2024, sekitar 63 persen remaja Indonesia usia 13-18 tahun masih berangkat ke sekolah menggunakan kendaraan pribadi atau diantar oleh orang tua, sementara hanya sekitar 7,7 persen yang menggunakan transportasi umum secara mandiri, termasuk taksi online atau layanan ride-hailing. Data ini menunjukkan bahwa perjalanan mandiri bagi remaja belum sepenuhnya menjadi kebiasaan, sehingga diperlukan proses bertahap untuk membangun kesiapan anak sekaligus kepercayaan orang tua.

Grab kembali memperkenalkan GrabKeluarga Fitur Remaja, layanan yang dirancang untuk mendukung mobilitas remaja berusia 13-18 tahun agar dapat bepergian secara lebih mandiri, sekaligus memungkinkan orang tua tetap memberikan pendampingan melalui fitur pemantauan digital. Melalui fitur keamanan dan pemantauan yang terintegrasi, orang tua dapat mengikuti perjalanan anak, tetap terhubung selama perjalanan, dan memperoleh rasa tenang tanpa harus selalu mendampingi secara langsung.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Melalui GrabKeluarga Fitur Remaja, kami ingin membantu keluarga memberi ruang bagi anak untuk belajar bepergian mandiri, dengan tetap menghadirkan lapisan keamanan, pemantauan, dan komunikasi yang membuat orang tua lebih tenang,” ujar Asep Haekal, Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank, Grab Indonesia.

GrabKeluarga Fitur Remaja dibekali sejumlah fitur. Pertama, membantu memastikan anak masuk ke kendaraan yang tepat melalui PIN Verification. Kedua, menjaga orang tua tetap terhubung selama perjalanan melalui Trip Monitoring dan Three-Way Chat, yang memungkinkan orang tua, anak, dan Mitra Pengemudi berkomunikasi dalam satu ruang chat. Ketiga, memberikan perlindungan tambahan melalui Emergency Help dan Always-on AudioProtect yang tersedia khusus untuk layanan GrabCar.

Selain itu, fitur Book on Behalf memudahkan orang tua memesan perjalanan untuk anak, sementara Family Payment Method membantu keluarga mengelola pembayaran perjalanan dengan lebih praktis. Dengan rangkaian fitur ini, orang tua dapat tetap terinformasi sejak perjalanan dimulai hingga anak tiba di lokasi tujuan.

"GrabKeluarga Fitur Remaja sangat membantu saya untuk tetap terinformasi dan memantau perjalanan anak dengan lebih tenang, di mana pun saya berada," ungkap Tora.

GrabKeluarga Fitur Remaja yang diluncurkan pada Desember 2025 mendapat apresiasi dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA). Deputi Bidang Perlindungan Khusus Anak Kemen PPPA, Titi Eko Rahayu, mengatakan pesatnya pemanfaatan platform digital oleh anak dan remaja menuntut pendekatan perlindungan yang lebih relevan dengan dinamika serta kebutuhan keluarga saat ini.

“Upaya seperti GrabKeluarga menunjukkan bagaimana platform digital dapat turut berkontribusi dalam membangun ekosistem mobilitas yang lebih aman bagi anak, remaja, keluarga, dan masyarakat luas,” ujar Titi.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |