Daftar Fenomena Astronomi Bulan Ini. Tak Semua Bisa Dilihat

6 hours ago 4

SEJUMLAH fenomena astronomi menunggu muncul di langit malam Agustus 2026. Namun tidak semuanya bisa disaksikan di wilayah Indonesia. Termasuk di antaranya adalah fenomena Gerhana Matahari Total dan Gerhana Bulan Sebagian.

Menurut pegiat astronomi di komunitas Langit Selatan Bandung Avivah Yamani, Gerhana Matahari Total yang akan terjadi pada sekitar 12-13 Agustus hanya melintasi wilayah utara Amerika Utara, wilayah barat Afrika, dan Eropa. Sementara jalur totalitasnya hanya melintasi wilayah Arktik, Greenland, Islandia, Spanyol, Portugal, dan Rusia.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

"Selanjutnya hingga dua tahun ke depan baru akan terjadi lagi Gerhana Matahari Total," kata Avivah pada Ahad, 2 Agustus 2026.

Adapun Gerhana Bulan Sebagian pada 28 Agustus hanya bisa diamati oleh pengamat di wilayah timur Pasifik, Amerika, Eropa, dan Afrika. Sementara di Indonesia, peristiwa itu terjadi siang hari sehingga tidak bisa diamati.

Fenomena astronomi lainnya bisa disaksikan dari wilayah Indonesia. Di antaranya adalah hujan meteor Perseid yang berlangsung sampai 24 Agustus. “Saat malam puncak pada 13 Agustus diperkirakan 100 meteor akan melintas setiap jam,” kata Avivah.

Hujan meteor yang berasal dari debu Komet Swift-Tuttle itu tampak datang dari Rasi Bintang Perseus. Dari laman Langit Selatan, Rasi Perseus baru terbit tengah malam yakni pukul 00.17 WIB dari arah timur laut. Fenomena langit malam ini juga tak bisa diamati dari wilayah Indonesia.

Fenomena astronomi lainnya yaitu pada 9 Agustus di arah timur laut - timur, Bintang Elnath akan menghilang di balik bulan, tapi hanya bisa diamati di wilayah Papua Selatan. Bintang Beta Tauri pun akan menghilang di balik bulan pada pukul 01.28 sampai 02.12 WIB.

"Untuk sebagian besar pengamat di Indonesia, bulan dan bintang Beta Tauri akan tampak berpapasan sangat dekat hanya kurang dari 1 derajat. Beta Tauri terbit lebih dahulu pukul 02:21 WIB disusul bulan satu menit kemudian," tutur Avivah.

Pada 16 Agustus giliran bulan yang akan tampak sangat dekat di atas ufuk barat saat senja setelah matahari terbenam. Keduanya bisa diamati sampai Planet Venus terbenam pukul 20.47 WIB disusul bulan 8 menit kemudian. Sedangkan pada 21 Agustus, posisi bulan akan tampak dekat dengan bintang terang Antares di arah antara selatan – barat daya yang bisa diamati sejak matahari terbenam sampai tengah malam.

Fase Bulan Baru terjadi pada 13 Agustus di mana bulan terbit hampir bersamaan dengan terbitnya matahari. Kemudian bulan akan mencapai jarak terjauh dengan bumi atau apogee pada 22 Agustus yakni sejauh 404.642 kilometer. Fase Bulan Purnama 28 Agustus muncul di cakrawala sejak matahari terbenam sampai fajar tiba. Bulan purnama kedua pada Agustus itu disebut juga sebagai Bulan Biru (Blue Moon).

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |