Dari Utara ke Selatan: Pembelajaran di Objek Sejarah dan Budaya

2 hours ago 1

Image Hendarsih erfik

Sejarah | 2026-08-06 08:30:58

Rabu, 5 Agustus 2026,sungguh hari yang luar biasa. Memenuhi undangan pada Kegiatan Wajib Kunjung Objek Bersejarah dan Budaya Tahun 2026 dari Sudin Kebudayaan Kota Administrasi Jakarta Timur, SMP N 222 Jakarta mendapat kesempatan itu. Di kelilingi orang-orang yang punya vibes positif, bukan saja sebuah napak tilas sejarah. Namun, memberi ruang relaksasi bagi murid dan juga kami sebagai guru pendamping.

Diawali sapaan hangat Mas Jay, murid-murid siap dipandu dari TMII menuju bus. SMP Negeri 222 berada di bus 4. Bus lainnya ada dari SMP N 99 Jakarta, SMP N. 74 Jakarta, SMP N. 160 Jakarta. Jadilah hari ini hari persaudaraan di empat sekolah menengah ini.

Sumber Gambar : Dokumen Pribadi

Bus 4 terasa menjadi lebih berenergi, saat Ibu Hj. Nuraini Kasatpel Kebudayaan Kec. Cipayung menjadi MC. Tidak nampak wajah lelahnya, yang ada wajah sumringah menemani tunas-tunas muda dari SMP Negeri 222 ini.

Titik awal objek sejarah yang kami kunjungi adalah Museum Bahari. Museum

yang dibangun secara bertahap ini dibangun mulai tahun 1652–1771 tetap berdiri kokoh dengan ornamen zaman kolonial Belanda, dengan ciri gedung berwarna putih, tembok tebal dengan jendela -jendela dari kayu jati. Hitam dan kokoh.

Memasuki area Museum Bahari disambut oleh Panitia. Pak Alex Prabowo sebagai Kepala Seksi Pelindungan memberikan sambutan. Dilanjutkan dengan foto bersama di depan Gedung Bahari yang kokoh itu.

Gedung putih kokoh itu seakan melambaikan tangan senyum sahaja, hari ini tunas-tunas muda dari SMP Negeri 222 Jakarta ini akan menimba ilmu. Ilmu yang tidak saja tertuang di dinding bisu. Namun juga lewat gambar, lewat diorama, lewat sinema, lewat kakak pemandu yang lincah, lugas, dan ramah.

Seramah cerita orang-orang Pribumi menyambut pedagang Cina, Arab, dan Eropa. Seperti yang tertuang di ruang pertama di Museum Bahari ini.

Ruang ini terdapat berbagai jenis perahu. Indah sekali. Seindah puisi Ajib Rosidi yang terpampang di dinding.

Laut adalah kita, Perahu-perahu

berkuasa dari Arafura, Selat Sunda, Selat Malaka. ...

(Ajib Rosidi: Pantai Utara).

Lukisan peristiwa yang tertuang dalam puisi, koleksi unik Museum Bahari.

Rasanya kata-kata tidak cukup untuk menuangkan semua yang kami lihat dan rasakan pada kunjungan di Museum Bahari ini. Semua terasa unik, setiap detail

sejarah yang ditampilkan membawa pengunjung ke lorong waktu.

Tunas-tunas SMP Negeri 222 Jakarta ini pun begitu semangat dan antusias. Mereka tampak serasi dengan souvenir topi hijau berpadu batik seragam hijau sekolah tercinta. Masuk galeri satu ke galeri lainnya. Siap mendengarkan kakak pemandu, menjelaskan koleksi yang ada.

Acara semakin seru saat tiba waktu ishoma, berkumpul satu ruang keempat sekolah tadi. Ada rasa khawatir terjadi gesekan. Ternyata, moment seperti ini sangat baik untuk saling menjaga persatuan dan persaudaraan.

Saling dukung dan menyemangati ketika sekolah lain tampil atau mendapat giliran lebih dulu beranjak ke lokasi lain. Saling melambaikan tangan. Manis sekali.

Unjuk kebolehan dengan menyanyi bersama bergantian. Menjawab kuis seputar kebaharian. Tentu saja membawa pulang hadiah yang telah disiapkan panitia.

Siang boleh saja panas di Pantai Utara ini. Namun, Museum Bahari telah menyejukkannya, dengan cerita sejarah yang tak lekang oleh waktu.

Waktu merayap begitu cepat saat kata terima kasih dan lagu Sayonara meninggalkan jejak buat Panitia yang begitu responsif mengimbangi semangat tunas-tunas muda keempat sekolah menengah ini.

Museum Bahari kami tinggalkan dan bus melaju dari Utara ke Selatan menuju Perkampungan Budaya Betawi. Sebuah objek sejarah yang terus dijaga kelestarian nya.

Rujak jambu kristal di siang itu dan seruput es kopi tidak terlalu manis, juga tidak terlalu pahit menemani perjalanan menuju Setu Babakan. Bus terasa lenggang, beberapa mata terpejam. Mungkin sedang asyik bermimpi: berlayar dengan topi putih Nakhoda Kapal.

Bus merapat di Setu Babakan. Berkumpul di tepi kolam ikan melingkar. Tunas muda kembali mendengarkan arahan dan lokasi apa saja yang akan dikunjungi.

Keempat sekolah tadi berpencar, semua mendapat pemandu. Kali ini Tunas-tunas SMP Negeri 222 memasuki ruang yang berisi pakaian pengantin Betawi dan segala kelengkapannya.

Berganti ke ruang lain di depannya. Foto tiga pimpin DKI Jakarta terpampang gagah , di bawahnya boneka Betawi dan lemari ornamen Betawi. Rapi dan elegan.

Di sini pemandu menjelaskan tentang kuliner Betawi,lengkap dengan alat peraganya. Tunas-tunas muda hanyut dalam keriangan. Interaksi yang tercipta dalam pembelajaran di luar ruang-ruang kelas. Alami dan menyenangkan.

Sesenang mereka bermain engrang, ular tangga jumbo, terompah, congklak, dan damdas. Damdas memang belum mereka pahami. Beruntung permainan ini lebih dulu dijelaskan oleh Kakak Pemandu. Alhasil, mereka dengan mudah memainkannya. Terlupa dengan gawai di tangan.

Angin tipis menggoyangkan daun di pelataran belakang Setu Babakan. Seakan sedang bermain di rumah Engkong dan Maktua dulu. Suara derai tawa menertawakan teman yang gagal berdiri menjaga keseimbangan. Namun tak lama, mereka membantu dan menopangnya untuk kembali bangkit dan mencoba lagi engrang. Itulah arti pertemanan.

Azan sayup terdengar. Tanda waktu harus kembali pulang. Segala keceriaan, segala cerita dari Utara ke Selatan. Dari kisah Museum Bahari dan Setu Babakan, ada kisah yang tertinggal. Di sini, pengalaman belajar tunas-tunas muda di luar kelas yang menyenangkan. Tabik.

Jatiranggon, 5 Agustus 2026

Hendarsih#222 Jakarta

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |