REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Survei populasi macan tutul Jawa di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mengidentifikasi sedikitnya delapan individu hingga pertengahan 2025. Data ini menjadi dasar penyusunan strategi konservasi satwa endemik yang kian terdesak perubahan habitat.
Program Java Wide Leopard Survey (JWLS) mencatat delapan individu tersebut terdiri atas satu jantan, enam betina, dan satu anakan. Survei masih berlanjut pada 2026 untuk melengkapi gambaran populasi secara menyeluruh.
Pendataan dilakukan menggunakan kamera pengintai yang dipasang di sejumlah titik kawasan hutan. Metode ini digunakan untuk merekam keberadaan satwa sekaligus mengumpulkan informasi kondisi habitat.
Direktur Yayasan SINTAS Indonesia Hariyo T Wibisono mengatakan, perubahan bentang alam di Pulau Jawa dalam beberapa dekade terakhir membuat habitat macan tutul semakin terfragmentasi. Kondisi ini mendorong satwa keluar dari habitat alaminya dan mendekati permukiman warga.
“Tanpa informasi yang akurat mengenai jumlah individu, struktur populasi, dan konektivitas habitat, upaya konservasi berisiko tidak tepat sasaran,” ujarnya dalam keterangan, Selasa (5/5/2026).
Selain itu, keterbatasan data masih menjadi tantangan dalam upaya pelestarian satwa liar sehingga pendataan populasi menjadi penting sebagai dasar perencanaan jangka panjang.
Di tingkat masyarakat, warga sekitar hutan menilai kemunculan macan tutul di permukiman berkaitan dengan kondisi lingkungan. Randi, warga Ranu Pani, mengatakan satwa tersebut turun ke wilayah warga karena habitatnya terganggu.
“Kalau tempatnya aman, mereka tidak akan turun ke warga. Jadi sebenarnya bukan soal mengusir, tetapi bagaimana menjaga habitatnya,” katanya.
Program ini merupakan kolaborasi Kementerian Kehutanan, Balai Besar TNBTS, Yayasan SINTAS Indonesia, serta didukung Bakti BCA.
EVP Corporate Communication & Social Responsibility BCA Hera F Haryn mengatakan, dukungan tersebut diarahkan untuk memperkuat pengelolaan konservasi berbasis data.
“Sejak 2024, kontribusi ini memperkuat upaya pengelolaan konservasi berbasis data sekaligus mendukung pemerintah dalam usaha pelestarian macan tutul Jawa di Indonesia,” ujarnya.
Survei ini diharapkan memperkuat basis data konservasi sekaligus mendukung perencanaan perlindungan macan tutul Jawa secara lebih terarah.

9 hours ago
2
















































