DPRD Kota Bogor Fasilitasi Solusi Relokasi Pedagang Tanaman Hias Jalan Semeru

6 hours ago 2

INFO TEMPO - Wakil Ketua DPRD Kota Bogor Zenal Abidin akan memfasilitasi pertemuan dengan pihak terkait untuk mencari solusi atas rencana pengosongan lapak tanaman hias di Jalan Semeru, tepatnya di depan RS Marzoeki Mahdi. Langkah tersebut diambil setelah Zenal menerima aspirasi dari 15 pedagang tanaman hias yang tergabung dalam Paguyuban Pedagang Tanaman Hias/Kembang Jalan Semeru pada Kamis, 13 Agustus 2026.

Para pedagang yang telah berjualan di lokasi tersebut selama puluhan tahun mengaku terancam kehilangan mata pencaharian setelah diminta mengosongkan area berjualan paling lambat akhir Agustus 2026. Dalam pertemuan itu, pedagang berharap pemerintah tidak hanya melakukan penertiban, tetapi juga memberikan solusi berupa lokasi relokasi yang layak.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

“Kurang lebih selama 20 tahun mereka menempati lokasi tersebut. Namun, pada akhir bulan ini mereka diminta mengosongkan area itu. Karena itu, kami akan mempertemukan seluruh pihak untuk mencari solusi terbaik,” ujar Zenal.

Para pedagang menyatakan siap direlokasi dengan syarat lokasi pengganti tidak terlalu jauh dari tempat usaha saat ini agar aktivitas perdagangan tetap dapat berjalan. Zenal menilai persoalan pedagang tanaman hias di Jalan Semeru perlu diselesaikan melalui musyawarah.

“Pada prinsipnya, mereka siap dipindahkan. Jika memang harus direlokasi, tentu harus disiapkan tempat yang sesuai dan tidak melanggar aturan. Itu yang saat ini sedang kami cari solusinya,” ucapnya.

Pertemuan nantinya akan melibatkan Kelurahan dan Kecamatan, pihak Rumah Sakit Marzoeki Mahdi, Komisi II DPRD Kota Bogor, serta dinas terkait, termasuk Dinas Koperasi dan UMKM. Komunikasi antarpihak, kata Zenal, menjadi kunci untuk menentukan pola penataan kawasan sekaligus memastikan keberlangsungan usaha para pedagang.

“Kita akan duduk bersama dengan pihak kecamatan, kelurahan, RS Marzoeki Mahdi, Komisi II, hingga dinas terkait. Semua pihak harus terlibat agar solusi yang dihasilkan dapat diterima bersama,” katanya.

Ia menduga rencana pengosongan lapak berkaitan dengan penataan kawasan maupun pengembangan Rumah Sakit Marzoeki Mahdi. Meski demikian, Zenal menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara kebutuhan rumah sakit dengan keberlangsungan usaha masyarakat.

Bahkan, para pedagang menyatakan siap menempati lahan milik pemerintah maupun swasta. Mereka juga bersedia mengikuti ketentuan yang berlaku, termasuk membayar retribusi apabila lokasi relokasi nantinya berada di lahan yang dikenakan retribusi.

“Mereka juga siap mengikuti aturan, termasuk membayar retribusi jika memang harus menempati lahan pemerintah atau swasta,” katanya.

Zenal berharap Pemerintah Kota Bogor dapat segera mengambil langkah konkret sebelum batas waktu pengosongan tiba. Menurut dia, persoalan tersebut menyangkut keberlangsungan ekonomi para pedagang dan keluarga yang bergantung pada usaha tanaman hias.

“Ada 15 pedagang yang harus dipikirkan. Jika satu keluarga terdiri atas lima orang, tentu ada banyak masyarakat yang terdampak. Jangan sampai mereka kehilangan mata pencaharian karena belum adanya solusi yang jelas,” ucapnya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |