Tank Israel beroperasi di sepanjang perbatasan Israel-Lebanon, dekat Galilea Atas, di Israel utara, 26 Maret 2026. Israel melanjutkan operasi di Lebanon pada awal Maret 2026, menargetkan infrastruktur dan personel Hizbullah.
REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Pasukan Israel menderita kerugian baru di Lebanon selatan setelah serangan pesawat tak berawak Hizbullah yang menewaskan dua tentara dan melukai beberapa lainnya dalam waktu 24 jam. Hal ini menyoroti semakin efektifnya taktik udara kelompok tersebut yang terus berkembang.
The Palestine Chronicles melansir, tentara pendudukan Israel pada Senin mengakui kematian seorang tentara dari Brigade Maglan dan cederanya tiga lainnya dalam bentrokan di Lebanon selatan. Menurut rincian yang dirilis oleh media Israel, tentara tersebut tewas dalam serangan Hizbullah yang melibatkan pesawat tak berawak bermuatan bahan peledak.
Salah satu tentara yang terluka dilaporkan berada dalam kondisi kritis, sedangkan dua lainnya mengalami luka ringan. Otoritas militer Israel belum merilis rincian tambahan mengenai lokasi atau keadaan serangan itu.
Serangan itu terjadi kurang dari sehari setelah operasi drone Hizbullah lainnya menewaskan seorang tentara Israel dari unit pengintai Brigade Givati dan melukai empat serdadu lainnya di kawasan Zawtar al-Sharqiya, Lebanon selatan.
Baik Brigade Maglan maupun Brigade Givati merupakan satuan pasukan elite IDF.
Radio Angkatan Darat Israel melaporkan, drone bermuatan bahan peledak tersebut menghantam pasukan Israel yang sedang beroperasi di wilayah itu. Akibatnya, seorang tentara tewas dan empat lainnya mengalami luka-luka.
Rekaman operasi Hizbullah menyerang APC Israel di daerah Khallet al-Raj di kota selatan Deir Seryan menggunakan drone FPV.
Rentetan serangan tersebut kembali menyoroti meningkatnya penggunaan drone oleh Hizbullah dalam menghadapi pasukan Israel. Sejak perang Hizbullah-Israel dimulai kembali pada Maret lalu, sedikitnya 26 tentara Zionis tewas. Sementara IDF telah membunuh sekitar 3.300 warga Lebanon.
Penilaian militer Israel yang dikutip media setempat mengakui bahwa armada drone Hizbullah kini menjadi tantangan operasional yang serius bagi militer Zionis.
Menurut penilaian tersebut, perluasan operasi darat Israel di Lebanon selatan belum mampu mencegah drone-drone Hizbullah menjangkau posisi militer maupun permukiman di wilayah utara Israel.
Para pejabat Israel meyakini Hizbullah telah menyesuaikan taktiknya dengan memanfaatkan drone secara lebih intensif untuk menyerang konsentrasi pasukan, kendaraan militer, serta infrastruktur pertahanan. Strategi ini dinilai mampu mengatasi sejumlah keterbatasan yang selama ini dihadapi dalam penggunaan roket konvensional.

6 hours ago
1















































