Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,29 Persen pada Kuartal II 2026, Ini Faktor Pendorongnya

17 hours ago 7

Warga berbelanja kebutuhan sekolah di Toko Romi Jaya, Jalan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Sabtu (11/7/2026). Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan/year on year (yoy).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) mengumumkan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II 2026 mencapai 5,29 persen secara tahunan/year on year (yoy), lebih tinggi dibandingkan kuartal II 2025 sebesar 5,12 persen (yoy), namun lebih rendah dibandingkan kuartal I 2026 sebesar 5,61 persen (yoy). Pertumbuhan ekonomi di atas 5 persen tersebut ditopang utamanya oleh konsumsi rumah tangga yang masih tumbuh positif. 

Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud menjelaskan, dari sisi pengeluaran, pada kuartal II 2026 secara yoy, seluruh komponen pengeluaran tumbuh positif. Komponen pengeluaran yang memberikan kontribusi terbesar pada PDB (Produk Domestik Bruto) adalah konsumsi rumah tangga dengan kontribusi sebesar 53,32 persen atau tumbuh 5,06 persen. 

Kemudian disusul komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) dengan kontribusi sebesar 29,36 persen dan tumbuh sebesar 6,87 persen. Kontribusi total kedua komponen ini sebesar 82,36 persen.  

Adapun pada komponen pengeluaran, Edy menyebut yang tumbuh tinggi yakni konsumsi pemerintah, didorong oleh peningkatan realisasi belanja pegawai serta belanja barang dan jasa pada kuartal II 2026. Tercatat kontribusi konsumsi pemerintah sebesar 7,57 persen dan mengalami pertumbuhan 15,97 persen. 

“Jika dilihat dari sumber pertumbuhannya, pada kuartal II 2026, konsumsi rumah tangga masih menjadi sumber pertumbuhan terbesar yakni sebesar 2,67 persen. Selain itu, pertumbuhan ekonomi pada kuartal II 2026 juga ditopang oleh komponen PMTB dengan sumber pertumbuhan sebesar 2,06 persen, dan konsumsi pemerintah memberikan sumber pertumbuhan sebesar 1,07 persen. Sementara itu, net export memberikan sumber pertumbuhan sebesar -0,78 persen,” ujar Deputi Bidang Neraca dan Analisis Statistik BPS M. Edy Mahmud dalam konferensi pers di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (6/8/2026). 

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |