El Nino Sudah Memasuki Fase Moderat. Siaga Kekeringan

1 hour ago 3

FENOMENA menghangatnya suhu permukaan laut di ekuator timur Samudra Pasifik atau El Nino saat ini sudah berkembang memasuki fase moderat. Per Minggu, 21 Juni lalu, laju kenaikan suhu yang terjadi sudah tembus 1,1 derajat Celsius.

"El Nino, sesuai prediksi, telah berubah dari fase lemah menjadi moderat," kata peneliti di Pusat Riset Iklim dan Atmosfer, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Erma Yulihastin, saat dimintai konfirmasinya pada Kamis, 25 Juni 2026.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Erma merujuk kepada pemodelan nilai rata-rata anomali suhu muka laut di ekuator timur Pasifik (Nino3.4) yang dibuat tiga bulanan oleh Badan Laut dan Atmosfer Nasional AS atau NOAA. Berdasarkan pemodelan yang sama, lonjakan progresif El Nino diperkirakan masih akan berlanjut dan mencapai 2 derajat Celsius pada bulan depan.

Erma telah mengungkap perkembangan cepat El Nino saat anomali suhu naik dari 0,8 menjadi 0,9 derajat per 14 Juni lalu. Saat itu, profesor riset bidang klimatologi dan cuaca ekstrem ini mengungkap fakta lain kalau El Nino 2026 memiliki pola penjalaran panas ekstrem di sub-permukaan yang mirip 1997 dan struktur spasial yang mirip dengan 2015. 

Fakta-fakta itu bakal membuat El Nino tahun ini, yang diprediksi banyak model iklim bakal mencapai fase super, lebih parah daripada 2015 maupun 1997 lalu. "El Nino 2026=1997+2015," katanya dalam info unggahan di akun media sosial. 

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), dalam pembaruan analisis dinamika atmosfer yang dibuatnya pada 23 Juni, menyatakan nilai anomali suhu muka laut yang sama di region Nino3.4 adalah sebesar +1,61 derajat Celsius secara dasarian. Adapun secara bulanan sebesar +1,00 derajat.

Peringatan dini kekeringan untuk periode dasarian ketiga bulan ini (20-30 Juni) diberikan BMKG untuk sejumlah daerah dengan dua kategori, Waspada dan Siaga. Daerah-daerah yang diminta Waspada adalah beberapa kabupaten/kota di Provinsi Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, D.I Yogyakarta, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, Sulawesi Selatan dan Maluku.

Sedangkan yang harus Siaga kekeringan, menurut BMKG, adalah beberapa kabupaten/kota di Provinsi Jawa Tengah, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, dan Papua Selatan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |