Fakta-fakta Tabrakan Kereta di Stasiun Bekasi Timur

4 hours ago 4

TABRAKAN Kereta Api Argo Bromo Anggrek dan Commuter Line atau Kereta Rel Listrik (KRL) di Stasiun Bekasi Timur pada Senin malam, 27 April 2026 menelan banyak korban. Tercatat ada 16 orang meninggal dan 90 terluka akibat kecelakaan tersebut.

Peristiwa tragis ini diawali dengan insiden antara KRL dari Cikarang yang menghantam taksi Green SM di perlintasan sebidang tanpa palang Jalan Raya Ampera, Bekasi Timur. Titiknya berjarak sekitar 200 meter dari Stasiun Bekasi Timur.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Menurut keterangan saksi di lokasi, taksi hijau milik perusahaan asal Vietnam terseret hingga puluhan meter. Berhenti di antara Stasiun Bekasi Timur dan perlintasan sebidang Ampera. Kejadian ini membuat KRL di Stasiun Bekasi Timur yang menuju ke Cikarang di jalur sebelahnya tertahan.

Hal ini diamini oleh penumpang yang selamat yakni Subur Sagita, 51 tahun. Subur bercerita, kereta menuju arah Cikarang itu sempat berhenti cukup lama. Hal ini dikarenakan ada gangguan tabrakan antara taksi dan KRL di jalur 1.

Di saat berhenti, Subur mengaku melihat ada cahaya lampu sorot yang cukup terang. “Nah aku liat sorot lampu, gitu kayak orang nyenter, abis itu orang menjerit semua," ucap Subur saat diwawancara, Selasa, 28 April 2026.

Jeritan di dalam gerbong disusul tabrakan yang terjadi antara KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir-Surabaya Pasar Turi menabrak gerbong belakang KRL yang ditumpangi oleh Subur dan istrinya sekitar pukul 20.57 WIB.

Proses evakuasi penumpang

Tabrakan yang tidak terhindarkan itu terjadi di gerbong wanita. Petugas selanjutnya langsung mengevakuasi para penumpang yang terjepit. Suasana mencekam terjadi di akses peron dan lantai 2 stasiun. Banyak korban yang terluka dibawa ke atas. Beberapa yang luka ringan tampak terkapar, sementara yang lain, dibawa oleh petugas menggunakan tandu dorong. 

Secara keseluruhan insiden ini menelan korban jiwa sebanyak 106 korban dengan rincian 16 orang tewas dan 90 orang luka-luka. Semua korban jiwa tercatat berjenis kelamin perempuan. “Seluruhnya perempuan,” kata Kepala RS Bhayangkara Kramat Jati Brigadir Jenderal Prima Heru Yulihartono di Rumah Sakit Polri Kramatjati, Selasa.

Presiden minta investigasi menyeluruh

Di sisi lain, Presiden Prabowo Subianto meminta penyebab kecelakaan antara kereta api jarak jauh dengan KRL di Stasiun Bekasi Timur diinvestigasi secara menyeluruh. Investigasi dinilai penting untuk memastikan penyebab pasti insiden tabrakan sekaligus menjadi bahan evaluasi ke depan.

“Kita segera akan mengadakan investigasi kejadiannya seperti apa,” ujar Prabowo di Rumah Sakit Umum Daerah atau RSUD Kota Bekasi, Selasa.

Selain itu, Prabowo turut menyoroti soal banyaknya perlintasan kereta api yang belum memiliki pengamanan memadai. Berdasarkan catatannya, ada sekitar 1.800 titik perlintasan liar di Pulau Jawa yang membutuhkan pembenahan.

“Ada sekitar 1.800 titik lintasan seperti ini, saya kira sejak zaman Belanda, dan saya sudah perintahkan segera diperbaiki semua,” kata Prabowo.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran besar untuk fokus pada peningkatan keselamatan transportasi perkeretaapian. “Kami perhitungkan hampir Rp 4 triliun demi keselamatan. Ini sangat penting dan perlu. Sekarang saatnya sudah perlu perbaikan, sudah berapa puluh tahun belum dilaksanakan, jadi sekarang dilaksanakan," ucap Prabowo.

Investigasi oleh KNKT

Adapun Direktur Utama PT Kereta Api Indonesia (Persero) Bobby Rasyidin menyerahkan semua proses investigasi ke Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Ia enggan berspekulasi terkait adanya taksi yang kena temper kereta sebelum tabrakan, meskipun lokasi berdekatan dan waktu kejadian berurutan.

Sebab, KNKT merupakan pihak yang lebih berwenang untuk mengetahui insiden tabrakan yang terjadi, meski sebelumnya ada insiden tabrakan antara taksi dan KRL di jalur 1. “Tentunya kami menyerahkan kepada KNKT, untuk lebih detail mencari tahu penyebab dari kecelakaan kereta,” kata dia.

KNKT langsung melakukan langkah investigasi awal peristiwa tabrakan KA Argo Bromo Anggrek Gambir–Surabaya Pasar Turi dan Commuter Line jurusan Kampung Bandan-Cikarang. Ketua Tim Humas KNKT, Anggo Anurogo mengatakan, timnya telah berada di lokasi kejadian sesaat setelah peristiwa. 

"Untuk mengumpulkan fakta dan informasi di lapangan," ucap Anggo saat dihubungi pada Selasa pagi, 28 April 2026.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |