REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembina Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos! (Bobibos), Mulyadi angkat bicara mengenai peluang Bobibos menjadi bahan bakar alternatif bagi Indonesia di saat gejolak timur tengah. Gejolak tersebut mempengaruhi harga BBM karena terkait eskalasi keamanan di Selat Hormuz.
Mulyadi menyampaikan pada prinsipnya Bobibos siap menjadi BBM alternatif bagi masyarakat RI. Tapi kesiapan itu masih terganjal restu dari pemerintah.
"Kami siap, yang kami butuhkan itu regulasi, investasi dan proteksi (RIP) karena ini alternatif, bukan pengganti, tidak mengganggu bisnis bahan bakar lainnya," kata Mulyadi kepada Republika, Senin (9/3/2026).
Mulyadi menekankan pentingnya perlindungan bagi perkembangan Bobibos di Tanah Air. Tanpa hal itu, Mulyadi khawatir Bobibos sulit berkembang di dalam negeri. "Kalau tidak ada proteksi jadi RIP (mati) beneran (bisnis Bobibos)," ujar anggota DPR dari Komisi V fraksi Gerindra itu.
Mulyadi memastikan Bobibos siap mengembangkan diri untuk menebar manfaat bagi masyarakat setelah mendapatkan restu. Adapun untuk sekarang ini, Bobibos yang merupakan bahan bakar berasal dari jerami belum mendapat tempat.
"Karena mandatory transisi energi hanya untuk bahan baku sawit, tebu dan aren, jerami belum diberi ruang dan kesempatan," ujar Mulyadi.
Mulyadi juga mengingatkan potensi pengembangan jerami sebagai bahan bakar terbilang besar di Indonesia. Ini mengingat besarnya jumlah sawah.
"Jumlah sawah kita dari info Badan Pusat Statistik sekitar 11 juta hektar, jadi tanpa membuka lahan baru dan meningkatkan kesejahteraan petani juga. Bayangkan 1 hektar jerami bisa menghasilkan 2000 liter, misal ambil 5 juta hektar saja sudah 10 miliar liter," ujar Mulyadi.
Kalau Bobibos resmi digunakan di Indonesia, Mulyadi memaparkan ada enam manfaatnya. Pertama, masyarakat terbantu karena mendapat bahan bakar murah dan berkualitas. Kedua, petani meningkat pendapatannya. Ketiga, anggran negara lebih hemat karena mengurangi impor. Keempat, alam lebih bersih karena sumber nabati hampir zero emisi. Kelima, Indonesia menjadi negara yang mandiri secara energi.
"Terakhir, Bobibos bisa menambah lapangan kerja. Jadi ada enam manfaatnya ya," ujar Mulyadi. Di sisi lain, akibat belum mendapat dukungan maksimal pemerintah, Bobibos memilih pasar ke negara lain. Bobibos mendapat jalan menuju restu penggunaan di Timor Leste.
"Sedang persiapan Launching di Timor Leste, kami menunggu jadwal perdana Menteri dan Presiden, karena beliau-beliau akan meresmikan," ucap Mulyadi.

3 hours ago
3
















































