Harga Cabai Rawit Awet di Level Rp80 Ribuan, Mentan Klaim Sudah Mulai Menurun

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia mencatat hingga Senin pukul 10.00 WIB harga komoditas bawang merah Rp 46.900 per kilogram (kg), sedangkan cabai rawit merah bertengger di level Rp 83.850 per kg. Berdasarkan data PIHPS yang dilansir di Jakarta, selain cabai rawit merah, harga pangan di tingkat pedagang eceran secara nasional lainnya yakni bawang putih Rp 41.700 per kg.

Selain itu, beras kualitas bawah I Rp 14.600 per kg dan beras kualitas bawah II Rp 14.800 per kg. Sedangkan beras kualitas medium I Rp 15.580 per kg dan beras kualitas medium II Rp 15.800 per kg. Beras kualitas super I tercatat Rp 17.000 per kg dan beras kualitas super II Rp 16.600 per kg.

Selanjutnya, PIHPS mencatat harga cabai merah besar Rp 43.400 per kg, cabai merah keriting Rp 48.150 per kg, dan cabai rawit hijau Rp 53.400 per kg.

Kemudian, daging ayam ras Rp 41.700 per kg, daging sapi kualitas I Rp 141.100 per kg, dan daging sapi kualitas II Rp 133.900 per kg. Harga komoditas berikutnya yakni gula pasir kualitas premium Rp 19.650 per kg dan gula pasir lokal Rp 18.700 per kg.

Sementara itu, minyak goreng curah Rp 19.650 per liter, minyak goreng kemasan bermerek I Rp 23.100 per liter, serta minyak goreng kemasan bermerek II Rp 22.200 per liter. Selain itu, PIHPS juga mencatat harga telur ayam ras Rp 33.400 per kg.

Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas) sekaligus Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan harga cabai dan daging ayam mulai turun seiring membaiknya pasokan serta stabilisasi yang dilakukan pemerintah di berbagai daerah.

“Alhamdulillah, harga cabai rawit merah dan daging ayam menunjukkan tren penurunan. Ini buah dari kerja bersama, baik dari sisi pasokan maupun pengawasan distribusi," kata Amran dalam keterangan di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Ia menyampaikan tren harga dua komoditas pangan strategis, yakni cabai rawit merah dan daging ayam ras, menunjukkan penurunan signifikan secara nasional.

Berdasarkan data Panel Harga Pangan yang dikelola Bapanas periode 23 Februari hingga 1 Maret 2026, harga cabai rawit merah menunjukkan tren penurunan yang cukup signifikan.

Pada 23 Februari 2026, harga tercatat Rp 77.645 per kg, kemudian turun secara bertahap menjadi Rp 70.953 per kg pada 1 Maret 2026. Secara kumulatif, terjadi penurunan sekitar 8,62 persen dalam sepekan.

"Tren ini memperlihatkan koreksi harga yang konsisten dan cenderung melandai menjelang awal Maret," ujarnya.

Sementara itu, harga daging ayam ras relatif lebih stabil dengan kecenderungan menurun. Pada 23 Februari 2026 harga berada di Rp 41.293 per kg dan perlahan turun menjadi Rp 40.767 per kg pada 1 Maret 2026, atau terkoreksi sekitar 1,27 persen.

Pola tersebut menunjukkan harga daging ayam ras berada dalam kondisi stabil dengan fluktuasi yang terkendali.

Amran menegaskan tren penurunan itu merupakan hasil penguatan koordinasi lintas kementerian/lembaga melalui intensifikasi pengawasan Satgas Saber Pelanggaran Pangan di lapangan.

"Kami pastikan stabilitas harga dan pasokan terus dijaga. Sidak pasar akan terus dilakukan dan tidak boleh ada pelaku usaha yang mempermainkan harga pangan,” tegas Amran.

Kecenderungan penurunan harga dua komoditas tersebut terlihat dari sidak yang dilakukan di berbagai daerah pada 28 Februari 2026. Di Pasar Sentral Mamuju, Sulawesi Barat, harga cabai rawit merah turun signifikan dari Rp 50.000 per kg menjadi Rp 40.000 per kg.

Di Pasar Induk Wonosobo, Jawa Tengah, harga juga terkoreksi tajam dari Rp 120.000 per kg pada hari sebelumnya menjadi Rp 80.000 per kg dan kembali turun ke kisaran Rp 75.000 per kg. Di Pasar Cikpuan, Riau, harga bahkan berada jauh di bawah harga acuan penjualan (HAP), yakni Rp 40.000 per kg.

Sementara itu, di Gorontalo harga terpantau sesuai HAP sebesar Rp 57.000 per kg.

Meski di beberapa wilayah seperti Jawa Timur dan Banten harga masih berada di atas HAP, masing-masing di kisaran Rp 80.000 per kg dan Rp 100.000 per kg, tren penurunan mulai terbentuk seiring membaiknya distribusi.

Selain itu, penguatan pengawasan rantai pasok dilakukan melalui aksi guyur cabai yang dilaksanakan dengan kolaborasi petani champion cabai binaan Kementerian Pertanian bersama Bapanas melalui skema Fasilitasi Distribusi Pangan (FDP).

Secara umum, tekanan harga cabai mulai mereda dibandingkan periode sebelumnya yang sempat mengalami lonjakan tinggi.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |