Drone Shahed-136 milik Iran yang digunakan menyerang Israel dan pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Pasukan Iran pada Ahad (19/4/2026) melancarkan serangan drone terhadap beberapa kapal Amerika. Langkah ini sebagai balasan atas penembakan dan pencegatan kapal Iran oleh pasukan AS.
Kantor berita Iran, Tasnim melaporkan, bahwa setelah pasukan AS menaiki kapal kontainer Touska di Teluk Oman, drone Iran diluncurkan terhadap kapal-kapal Amerika, tanpa menyebutkan apakah targetnya militer atau komersial.
Iran sebelumnya telah mengonfirmasi bahwa pasukan AS telah menyita kapal Iran dan memperingatkan bahwa mereka akan segera membalas tindakan tersebut, yang disebut sebagai pelanggaran gencatan senjata. Iran dan Amerika Serikat sepakat mengadakan gencatan senjata dua pekan yang dimediasi Pakistan yang berlaku sejak diumumkan pada 7 April.
Sementara itu Kantor Berita Fars melaporkan bahwa Markas Besar Pusat Khatam al-Anbiya mengatakan pasukan AS telah menargetkan kapal tersebut, menonaktifkan sistem navigasinya, dan menaikinya setelah melepaskan tembakan, mengutip juru bicara militer Ebrahim Zolfaghari.
Data pelacakan kapal menunjukkan Touska berangkat dari Port Klang di Malaysia pada 12 April.
Insiden itu pertama kali diumumkan oleh Presiden AS Donald Trump pada Ahad yang kemudian dikonfirmasi oleh Komando Pusat AS (CENTCOM), dan mengatakan USS Spruance mencegat kapal kargo berbendera Iran tersebut, yang mencoba menerobos blokade angkatan laut AS di Teluk Oman.
Menurut CENTCOM, Marinir terus menahan kapal tersebut. Dalam sebuah pernyataan, CENTCOM mengatakan kapal itu menuju pelabuhan Bandar Abbas di Iran.
CENTCOM juga merilis rekaman video di platform media sosial X yang menunjukkan kapal perang AS memperingatkan kapal tersebut sebelum menembak.
Zolfaghari mengatakan, “Amerika Serikat yang agresif, melanggar gencatan senjata dengan terlibat dalam pembajakan maritim, menyerang salah satu kapal Iran setelah menonaktifkan sistem navigasinya.”
Ia menambahkan bahwa pasukan AS menaiki kapal tersebut setelah mengerahkan “sejumlah marinir teroris” ke dalamnya.
“Kami memperingatkan bahwa pasukan militer Iran akan segera menanggapi dan membalas tindakan pembajakan bersenjata oleh militer AS ini,” katanya.
sumber : Antara

2 hours ago
3














































