REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Bupati Bandung Barat Jeje Ritchie Ismail mengenalkan potensi pariwisata Kabupaten Bandung Barat (KBB) kepada para investor, agen dan bos travel asal Dubai, Uni Emirat Arab (UAE) lewat Business Matching dan Fam Trip Dubai-Indonesia.
Para delegasi Dubai itu akan berkeliling ke sejumlah objek wisata dan menginap di Bandung Barat dari 20-25 September 2026. Langkah ini meniadi bagian untuk memperkuat jaringan promosi serta mendatangan wisatawan mancanegara dari kawasan Timur Tengah.
"Alhamdulillah ini kedatangan beberapa delegasi dari Dubai. Tentunya ini sebuah bentuk kerja sama karena mengingat potensi wisata yang ada di Jawa Barat, khususnya sekarang di Bandung Barat ini cukup luar biasa," kata Jeje.
Dirinya mengatakan kedatangan sejumlah agen dan bos travel serta investor dari Dubai menjadi peluang untuk memperkenalkan berbagai potensi wisata yang dimiliki Bandung Barat kepada pasar internasional.
"Ini bisa menarik investor dari negara lain, dari Dubai. Semoga dengan adanya acara hari ini bisa menciptakan investor-investor ke depannya supaya pariwisata kita bisa terkenal sampai ke dunia internasional," katanya.
Dalam upaya memperluas pasar tersebut, Jeje juga mengatakan sasaran utama pemerintah daerah adalah meningkatkan kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak mungkin ke berbagai destinasi yang ada di Bandung Barat.
"Target sebanyak mungkin itu. Jadi jangan hanya ke Bali saja. Jadi kita juga masih punya banyak wisata," ujarnya.
Jeje mengatakan Bandung Barat saat ini mulai dilirik wisatawan mancanegara, di antaranya dari Malaysia dan India, sehingga potensi tersebut perlu terus dikembangkan agar semakin banyak wisatawan asing mengenal destinasi di daerah itu.
Bandung Barat memiliki kekayaan alam, budaya, dan potensi ekonomi yang sangat beragam. Ada pegunungan Lembang, perkebunan teh, air terjun, danau, kawasan pertanian, wisata desa, hingga berbagai destinasi berbasis alam dan budaya.
"Untuk para tamu dari Dubai dan Indonesia, enjoy Lembang. Rasakan alamnya, cicipi kulinernya, kenali budayanya dan temui masyarakatnya. Karena bagi kami, pengalaman terbaik dari sebuah destinasi adalah ketika keindahannya bisa dirasakan, dinikmati, dan dibawa pulang dalam sebuah cerita," ujar Jeje.
Pemkab Bandung Barat juga berkomitmen mengembangkan pariwisata secara bertanggung jawab dengan tetap menjaga lingkungan, budaya, dan melibatkan masyarakat lokal.
"Jadi kita juga masih punya banyak wisata. Tentunya nanti akan kita kembangkan tidak hanya di daerah (utara). Karena kita di selatan juga nanti, insyaAllah, akan saya kembangkan lagi. Masih proses dalam pematangan," ujar Jeje.
Ketua Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) Kabupaten Bandung Barat, Eko Suprianto, menyebut karakter wisatawan dari kawasan Timur Tengah yang menyukai udara sejuk menjadi peluang bagi Lembang untuk diperkenalkan sebagai salah satu pilihan destinasi wisata di Indonesia.
"Kalau yang kami tahu, mereka kepingin ke udara yang sejuk. Jadi waktu yang lalu-lalu kalau dari Timur Tengah, tujuannya adalah Puncak. Nah, kami coba untuk memperkenalkan bahwa di Indonesia tidak hanya ada Puncak, tapi ada juga Lembang," katanya.
Menurut dia, karakter alam tersebut menjadi modal bagi Bandung Barat untuk memperluas pengenalan destinasi wisata daerah ke pasar internasional. Dengan pengenalan melalui pertemuan tersebut, Pemkab Bandung Barat berharap semakin banyak wisatawan mancanegara memilih Bandung Barat sebagai tujuan wisata dan mengenal beragam destinasi yang tersedia.

1 hour ago
3















































