Kemacetan Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Sinyal Penambahan Dermaga

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA --Kemacetan dan antrean panjang kendaraan yang terjadi di lintas penyeberangan Ketapang-Gilimanuk dalam beberapa hari terakhir, menunjukkan perlunya percepatan pembangunan infrastruktur pelabuhan dan dermaga. Hal itu demi melancarkan jalur penyeberangan tersebut.

Ketua Umum DPP Gabungan Pengusaha Nasional Angkutan Sungai, Danau, dan Penyeberangan (Gapasdap), Khoiri Soetomo, mengatakan, persoalan yang terjadi saat ini bukan disebabkan oleh kurangnya jumlah kapal yang beroperasi. Melainkan, sambung dia, akibat keterbatasan kapasitas pelabuhan dan dermaga yang tersedia.

Menurut dia, saat ini terdapat sekitar 56 kapal yang memiliki izin dan siap melayani lintas Ketapang-Gilimanuk. Namun, kapasitas dermaga yang ada hanya mampu mengakomodasi sekitar 28 kapal untuk beroperasi secara efektif dalam satu siklus pelayanan.

"Artinya, sekitar 28 kapal lainnya harus menunggu giliran operasi sebagai kapal cadangan. Ini menunjukkan bahwa persoalan utama bukan kekurangan armada, melainkan keterbatasan kapasitas pelabuhan dan dermaga," ujar Khoiri dalam siaran pers di Jakarta, Kamis (24/6/2026).

Dia menyampaikan, Gapasdap prihatin atas meningkatnya waktu tunggu penyeberangan yang berdampak pada masyarakat, pengemudi angkutan barang, pelaku usaha, hingga sektor pariwisata. Terutama, terjadi di tengah masa libur sekolah dan meningkatnya aktivitas logistik nasional.

Berdasarkan pemantauan di lapangan, antrean kendaraan dipengaruhi sejumlah faktor. Di antaranya, meningkatnya jumlah kendaraan logistik, bus, dan kendaraan pribadi, keterbatasan kapasitas dermaga, belum optimalnya pelayanan untuk kendaraan logistik bermuatan besar, kondisi cuaca dan arus laut yang memengaruhi proses sandar kapal, serta terbatasnya area penyangga (buffer zone) dan akses jalan menuju pelabuhan.

Khoiri pun mengapresiasi langkah Kementerian Perhubungan, khususnya Direktorat Jenderal Perhubungan Laut, yang terus melakukan pemantauan operasional di lintas Ketapang-Gilimanuk. Dia juga mendorong seluruh pihak untuk menjaga kelancaran pelayanan penyeberangan seterusnys.

Selain itu, kata Khoiri, para operator kapal anggota Gapasdap terus berupaya meningkatkan produktivitas layanan melalui optimalisasi armada, percepatan proses bongkar muat, dan penerapan standar keselamatan pelayaran. Menurut Khoiri, kondisi saat ini sekaligus menjadi pengingat pembangunan infrastruktur penyeberangan nasional perlu menjadi perhatian bersama.

"Selama bertahun-tahun, Gapasdap telah mengusulkan percepatan pengembangan lintas Ketapang-Gilimanuk melalui pembangunan dermaga baru, perluasan kapasitas pelabuhan, optimalisasi Dermaga Bulusan, penambahan buffer zone kendaraan, pengembangan akses jalan, hingga percepatan penyediaan dan pembebasan lahan," ucap Khoiri.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |