Kemenperin Terjunkan Tim Usai Ledakan Pabrik Kimia Cilegon

6 hours ago 5

KEMENTERIAN Perindustrian atau Kemenperin menerjunkan tim pengawasan dan pengendalian ke pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia (PT MCCI), Cilegon, Banten, usai insiden ledakan fasilitas produksi.

“Peristiwa ini menjadi pengingat penting bagi seluruh pelaku industri agar terus meningkatkan disiplin operasional, penerapan K3, serta preventive maintenance terhadap fasilitas produksi guna meminimalkan potensi gangguan maupun kecelakaan industri,” kata Juru Bicara Kementerian Perindustrian, Febri Hendri Antoni Arief, dalam keterangan tertulis, Selasa, 26 Mei 2026. 

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Febri mengatakan, Menteri Perindustrian telah menginstruksikan Direktorat Jenderal Industri Kimia, Farmasi, dan Tekstil serta Direktorat Jenderal Ketahanan, Perwilayahan, dan Akses Industri Internasional untuk menerjunkan tim pengawasan dan pengendalian ke lokasi ledakan.

Tujuannya untuk memastikan penanganan usai insiden berjalan cepat, tepat, dan sesuai prosedur keselamatan industri, sesuai dengan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 19 Tahun 2019 dan Peraturan Menteri Perindustrian Nomor 25 Tahun 2021.

Febri mengatakan, tim pengawasan berkoordinasi dengan manajemen perusahaan, aparat terkait, serta pemerintah daerah dalam melakukan identifikasi awal terhadap penyebab insiden sekaligus memastikan langkah mitigasi berjalan sesuai standar keselamatan dan keamanan industri kimia.

Adapun insiden ledakan dilaporkan terjadi di pabrik kimia PT Merak Chemical Indonesia pada Senin siang, 25 Mei 2026. Insiden tersebut memunculkan asap putih tebal disertai bau kimia menyengat yang tercium hingga beberapa kilometer dari lokasi kejadian.

Pabrik yang sebelumnya bernama PT Mitsubishi Chemical Indonesia itu memproduksi Purified Terephthalic Acid (PTA) yakni bahan baku industri tekstil dan poliester. Pabrik tersebut dilaporkan meledak sekitar pukul 14.30 WIB.  

Selain melakukan pengawasan terhadap penanganan insiden, Kementerian Perindustrian meminta perusahaan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem keamanan proses produksi, kelayakan peralatan industri, serta penerapan standar keselamatan dan keamanan secara lebih ketat.

Febri mengatakan, kementerian akan terus memantau perkembangan penanganan insiden hingga kondisi operasional dinyatakan aman dan stabil. Selain itu, ia mengatakan insiden ini kementerian/lembaga lain dan aparat penegak hukum bekerja sama mendukung proses investigasi dan pemulihan operasional industri secara bertahap.

Defara Dhanya berkontribusi dalam penulisan artikel ini
Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |