Kericuhan di Pejompongan Hingga Malam Hari, Massa Rusak CCTV dan Bakar Kantor Polisi

2 hours ago 5

Massa membakar motor saat perseonel Kepolisian membubarkan massa di kawasan PejomponganI, Jakarta, Kamis (27/8/2026). Aksi massa terkait desakan pengesahan Rancangan Undang-Undang (RUU) Perampasan Aset tersebut belangsung hingga sekitar pukul 21.00 WIB. Saat personel Kepolisian melakukan pembubaran massa aksi sekiatr pukul 20.00 WIB, massa melakukan perlawanan hingga terjadi bentrokan.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Aksi massa di Gedung DPR berujung menjadi kericuhan, terutama di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat. Kericuhan itu dilaporkan terjadi hingga Kamis (27/8/2026) malam.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto, mengimbau massa untuk membubarkan diri. Pasalnya, waktu untuk menyampaikan aksi sudah selesai pada Kamis sore.

"Kami memberikan imbauan kepada seluruh masyarakat yang sudah tidak memiliki kepentingan, tidak ada lagi jam untuk menyampaikan aspirasi, untuk dapat kembali ke rumah masing-masing," kata dia, Kamis malam.

Menurut dia, kerumunan massa yang masih berada di sekitar kawasan DPR berpotensi mengganggu ketertiban umum. Pasalnya, masih banyak masyarakat yang beraktivitas untuk kembali ke rumahnya masing-masing. Karena itu, massa diminta untuk membubarkan diri.

"Karena masih ada keluarga yang menunggu kita di rumah, termasuk ada masyarakat lain yang masih menggunakan aktivitas jalan raya ataupun tempat-tempat lain sebagai kegiatan mata pencaharian ataupun kegiatan lainnya," ujar Budi.

Ia menyebutkan, polisi juga telah menangkap 65 orang yang diduga ikut menunggangi aksi massa di Gedung DPR hari ini. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, seperti senjata tajam, botol, hingga bom molotov, yang diduga akan digunakan untuk membuat keributan.

Di sisi lain, Budi juga mengapresiasi kepada massa aksi yang menyampaikan aspirasi dengan damai. Ia mengajak semua pihak untuk sama-sama menjaga kondisi Jakarta tetap aman.

Diketahui, berdasarkan sejumlah video yang beredar, kericuhan masih terjadi di kawasan Penjompongan hingga malam hari. Sejumlah massa juga nampak merusak fasilitas umum seperti CCTV hingga membakar pos polisi.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |