Korban Tewas Agresi Israel di Gaza Tembus 73.058 Orang

3 hours ago 1

KEMENTERIAN Kesehatan Palestina menyatakan pada Ahad 28 Juni 2026 bahwa total 73.058 warga Palestina menjadi korban tewas dan 173.488 lainnya terluka sejak Israel melancarkan genosida terhadap warga Palestina di Gaza sejak 7 Oktober 2023.

Kantor Media Pemerintah Gaza dalam kesempatan terpisah seperti dilansir Al Jazeera melaporkan bahwa 1.045 warga Palestina telah tewas dan 3.380 orang lainnya terluka sejak "gencatan senjata" diberlakukan.

Tim penyelamat juga telah menemukan 786 jasad. Tim medis mengatakan sejumlah korban masih terjebak di reruntuhan dan tergeletak di pinggir jalan lantaran tim ambulans dan penyelamat tidak dapat menjangkau mereka.

Pihaknya juga telah mendokumentasikan 3.465 pelanggaran Israel terhadap kesepakatan tersebut.

"Kami mengecam keras kebijakan sistematis pihak pendudukan yang menargetkan dan menghancurkan rakyat Palestina," demikian pernyataan tersebut.

Pihaknya mendesak para mediator dan pihak-pihak yang mensponsori "gencatan senjata" tersebut untuk memaksa Israel melaksanakan seluruh ketentuan kesepakatan dan "segera menghentikan pelanggaran yang terus berlangsung".

Anak Palestina Tewas Dibunuh Israel

Pada Senin 29 Juni 2026, setidaknya tiga orang tewas dalam serangan udara Israel di Deir el-Balah, Gaza tengah, menurut keterangan otoritas kesehatan. Seorang anak berusia delapan tahun dan dua pria tewas dalam serangan pada hari ini, sementara beberapa orang lainnya terluka, ungkap Rumah Sakit Syuhada Al-Aqsa.

Serangan tersebut terjadi di dekat Jembatan Wadi Salqa di Jalan al-Baraka. Kantor berita Palestina, Wafa, menyebutkan identitas korban tewas sebagai Ali Fayez Isbaitan, Hassan Salman al-Hanajra, dan Malik Wael Abu Shaweesh yang berusia delapan tahun.

Kendaraan militer Israel juga bergerak maju di Jalan Salah al-Din di kamp pengungsi Nuseirat—yang juga terletak di Jalur Gaza bagian tengah—di tengah suara tembakan dan serangan artileri, demikian dilaporkan kantor berita Turki, Anadolu. Dua orang dilaporkan terluka akibat serangan artileri di Beit Lahiya, Gaza utara.

Meskipun ada "gencatan senjata" yang mulai berlaku pada Oktober 2025, pasukan Israel terus melancarkan serangan terhadap wilayah kantong tersebut.

Serangan Israel menewaskan sedikitnya empat warga Palestina di Gaza pada Ahad 28 Juni, termasuk seorang remaja putri berusia 13 tahun, dan melukai beberapa orang lainnya.

Kuasai Separuh Lebih Gaza

Selain itu selama masa "gencatan senjata", militer Israel terus memperluas wilayah pendudukan di dalam Jalur Gaza dan mengeluarkan perintah pengungsian paksa. Pihak militer menyatakan bahwa warga Palestina dilarang mendekati wilayah pendudukan Israel yang berada di luar "Garis Kuning"—sebuah batas yang mencakup 53 persen wilayah Gaza pada awal gencatan senjata dan telah meluas hingga 64 persen pada Maret.

Anadolu melaporkan bahwa kendaraan militer Israel telah menggeser penanda "Garis Kuning" sejauh sekitar 150 meter ke arah barat di wilayah tengah Gaza. Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu telah menyerukan agar pasukan Israel menduduki 70 persen wilayah Jalur Gaza.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |