Literasi Penjaminan Simpanan Lampung Belum Capai 60 Persen

1 hour ago 2

Ketua Dewan Komisioner LPS Anggito Abimanyu dalam konferensi pers Lampung Finfest 2026 di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026).

REPUBLIKA.CO.ID,BANDAR LAMPUNG – Tingkat literasi masyarakat Lampung mengenai penjaminan simpanan baru mencapai 58,8 persen. Angka tersebut masih di bawah rata-rata nasional sebesar 62,5 persen.

Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu mengatakan Lampung menjadi salah satu wilayah yang dipilih untuk penguatan edukasi karena tingkat literasinya masih berada di bawah nasional.

“Kenapa Lampung? Karena memang Lampung ini secara rata-rata di bawah nasional, pengetahuan mengenai LPS,” kata Anggito dalam konferensi pers Lampung Financial Festival (Lampung Finfest) 2026 di Bandar Lampung, Jumat (4/9/2026) malam.

Menurut Anggito, persoalan literasi penjaminan simpanan juga terjadi di sejumlah daerah lain, terutama di luar Jawa. Kondisi tersebut salah satunya dipengaruhi keterbatasan edukasi dan jangkauan LPS.

“Khususnya di luar Jawa sih yang paling banyak ya. Karena memang edukasinya kurang. Kami juga tidak punya tenaga untuk menjangkau,” ujarnya.

Pemahaman mengenai penjaminan simpanan penting bagi kepentingan nasabah. Dengan literasi yang baik, masyarakat dapat mengetahui jumlah dana yang dijamin serta simpanan yang masuk dalam cakupan perlindungan LPS.

Secara nasional, hasil survei LPS bersama Badan Pusat Statistik (BPS) dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menunjukkan 62,5 persen responden mengetahui bahwa simpanan mereka dijamin. Namun, pengetahuan mengenai LPS sebagai lembaga yang memberikan jaminan baru mencapai 46,3 persen.

Anggito mengatakan kesenjangan tersebut menunjukkan perlunya intervensi melalui program literasi. LPS menggunakan hasil pemetaan untuk menentukan daerah yang membutuhkan penguatan edukasi.

“Jadi ada gap antara literasi terhadap penjaminan dan literasi atau pengetahuan terhadap LPS,” kata dia.

Di Lampung, penguatan edukasi melalui Lampung Finfest 2026 juga menyasar pelajar dan mahasiswa. LPS berharap pemahaman masyarakat mengenai penjaminan simpanan meningkat setelah kegiatan tersebut.

LPS akan mengukur dampak program melalui survei lanjutan sekitar satu pekan setelah acara dengan melibatkan lembaga independen, seperti perguruan tinggi.

“Kita harapkan Lampung ratingnya bisa naik,” ujar Anggito.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |