Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menyaksikan Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi 2026 meneriakkan yel-yel usai upacara penutupan pembekalan peserta pendidikan dan pelatihan (diklat) PPIH Arab Saudi 2026 di Lapangan Galaxy, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026). Sebelumnya, para petugas telah menjalani diklat selama 20 hari guna menguasai berbagai bidang layanan krusial, meliputi transportasi, akomodasi, konsumsi, perlindungan jemaah, layanan disabilitas dan lansia, media center, kesehatan, serta bimbingan ibadah.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Haji dan Umrah Mochamad Irfan Yusuf menegaskan bahwa persiapan operasional pemberangkatan jamaah haji tahun 1447 Hijriyah/2026 berjalan sesuai rencana dan telah mencapai progres hampir 100 persen.
“Persiapan operasional terus kami matangkan. Fokus utama kami adalah memastikan keamanan dan keselamatan jamaah melalui berbagai langkah mitigasi yang komprehensif,” kata dia dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Sabtu malam (28/3/2026).
Kemenhaj berkomitmen penyelenggaraan ibadah haji tahun ini harus mencerminkan pelayanan publik yang lancar, bersih, dan bebas dari segala bentuk penyimpangan.
Untuk itu, ia menekankan bahwa Jawa Timur sebagai provinsi dengan kuota jamaah haji terbesar di Indonesia memegang peran strategis sebagai barometer keberhasilan penyelenggaraan haji nasional.
Terkait pengelolaan dana haji yang mencapai sekitar Rp 18 triliun, ia menegaskan pentingnya aspek akuntabilitas dalam setiap proses pengelolaan anggaran.
Komitmen transparansi ini dibuktikan oleh Kemenhaj dengan melibatkan unsur profesional dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Kejaksaan, dan Polri dalam pengawasan pengadaan serta tata kelola keuangan.
Ia menambahkan, langkah tersebut merupakan implementasi arahan Presiden RI untuk menghadirkan pelayanan haji yang transparan dan berorientasi pada kepuasan jamaah.
sumber : Antara

6 hours ago
1

















































