Petugas SPBU membersihkan mesin pengisian BBM di SPBU Shell, Jalan Margonda Raya, Depok, Jawa Barat, Kamis (18/9/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, KUALA LUMPUR -- Shell Malaysia menyatakan tengah berupaya memulihkan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar, menyusul laporan adanya SPBU yang kehabisan stok untuk dijual kepada pelanggan. Dalam pernyataan singkatnya, perusahaan ritel minyak dan gas tersebut menyebutkan pihaknya fokus menjaga ketersediaan pasokan di seluruh jaringan ritel setelah pemerintah mengumumkan kenaikan harga diesel. Namun, Shell Malaysia mengakui terdapat kemungkinan lonjakan permintaan dalam waktu singkat yang dapat memengaruhi ketersediaan BBM di beberapa SPBU.
“Kami terus memantau situasi yang sangat dinamis dan memprioritaskan upaya untuk menjaga keberlanjutan pasokan bahan bakar di jaringan ritel kami, sejalan dengan pengumuman terbaru pemerintah,” demikian pernyataan Shell Malaysia dikutip dari The Edge, Jumat (10/4/2026).
Pernyataan ini muncul di tengah laporan pengetatan pasokan BBM di sejumlah SPBU, seiring perusahaan menyesuaikan distribusi dan logistik untuk mengikuti perubahan permintaan. Shell Malaysia tidak merinci sejauh mana gangguan pasokan tersebut terjadi, namun menegaskan bahwa pihaknya terus mengelola situasi guna meminimalkan dampak terhadap pelanggan.
Kementerian Keuangan Malaysia sebelumnya mengumumkan kenaikan harga bahan bakar pada 8 April. Harga diesel di Semenanjung Malaysia mencapai rekor tertinggi sebesar 6,72 ringgit Malaysia (Rp28.963), sementara RON97 naik 40 sen menjadi 5,35 ringgit Malaysia (Rp23.058).
Kementerian menyatakan perubahan harga tersebut didasarkan pada rata-rata harga mingguan dan belum mencerminkan perkembangan ekonomi global terkini, termasuk konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat dan Iran.
Dalam laporan terbaru, operator SPBU menyebut tengah mengelola modal kerja antara penjualan BBM dan pengisian ulang pasokan. Hal ini terjadi di tengah meningkatnya porsi subsidi pemerintah akibat kenaikan harga BBM nonsubsidi, sementara harga BBM bersubsidi tetap dipertahankan, seperti RON95 yang dijual 1,99 ringgit Malaysia (Rp8.576) per liter.
Di pasar global, ketidakpastian terhadap keberlanjutan kesepakatan gencatan senjata dua pekan antara Amerika Serikat dan Iran turut memengaruhi harga minyak. Harga minyak mentah Brent terakhir diperdagangkan sekitar 98 dolar AS atau setara Rp390 per barel pada Kamis.
sumber : Antara

4 hours ago
3















































