Pakar Ingatkan Pemudik tak Asal Pakai Roofbox

2 hours ago 3

Ilustrasi kendaraan dengan roofbox. Pakar keselamatan berkendara mengimbau pemudik untuk tidak membawa barang terlalu banyak untuk menghindari penggunaan roofbox.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pakar dan instruktur senior keselamatan berkendara dari Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI), Sony Susmana, memperingatkan masyarakat yang hendak melakukan perjalanan mudik agar tidak membawa barang terlalu banyak. Sehingga, penggunaan roof box dapat dihindari.

Roof box jangan jadi ikut-ikutan, karena itu sebenarnya ruang tambahan jika di bagasi tidak muat. Kita asumsikan mudik itu bukan seperti pindahan, jadi bawa barang secukupnya saja,” kata Sony Susmana saat dihubungi di Jakarta, Selasa (10/3/2026).

Dia melanjutkan, jika memang pemudik membutuhkan roof box sebagai komponen tambahan untuk memuat barang bawaan, Sony menyarankan agar diisi dengan barang-barang yang ringan.

Hal itu bukan tanpa alasan atau hanya sebatas imbauan. Memuat barang dengan jumlah berlebih dan berat dapat membuat kendaraan lebih mudah tergelincir saat menikung.

“Kalau memang kebutuhannya harus ada roof box, isi dengan barang-barang yang ringan supaya tidak mengganggu keseimbangan kendaraan. Konsekuensi lainnya, kecepatan kendaraan dibatasi tidak lebih dari 80 km per jam, terutama di jalan tol yang banyak angin atau di jalan provinsi yang banyak ranting,” ujar dia.

Penggunaan roof box pada kendaraan tidak hanya meningkatkan potensi bahaya. Konsumsi bahan bakar juga akan semakin meningkat. Selain itu, penggunaan roof box dapat mengubah aerodinamika kendaraan.

Dengan demikian, hambatan angin menjadi meningkat dan membuat kendaraan harus bekerja lebih keras untuk melawannya.

Ketika mesin kendaraan bekerja lebih keras daripada biasanya, konsumsi bahan bakar dapat meningkat sekitar 5 sampai 15 persen.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |