Founder Lembaga Survei KedaiKOPI Hendri Satrio.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pengamat politik Hendri Satrio menilai perkembangan terbaru yang melibatkan sejumlah pejabat di Badan Gizi Nasional (BGN) dapat menjadi momentum bagi pemerintah untuk melakukan evaluasi dan pembenahan terhadap pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Menurut Hendri, evaluasi merupakan langkah yang wajar dilakukan mengingat MBG merupakan salah satu program prioritas pemerintah yang memiliki cakupan luas dan melibatkan anggaran yang besar.
"Saya melihat situasi ini dapat menjadi kesempatan bagi pemerintah untuk meninjau kembali berbagai aspek pelaksanaan program MBG agar ke depan dapat berjalan lebih optimal," ujar Hendri.
Pria yang akrab disapa Hensa itu mengatakan pemerintah perlu memastikan bahwa program unggulan tersebut memiliki tata kelola yang kuat, transparan, dan akuntabel sehingga tujuan utama meningkatkan kualitas gizi masyarakat dapat tercapai secara maksimal.
Ia menilai evaluasi tidak selalu harus dimaknai sebagai penghentian program, melainkan sebagai upaya memperkuat fondasi kebijakan agar pelaksanaannya semakin efektif.
"Program sebesar MBG tentu membutuhkan proses penyempurnaan. Evaluasi dapat menjadi bagian dari upaya memperbaiki mekanisme pelaksanaan, pengawasan, maupun pengelolaan anggarannya," kata dia.
Menurut Hensa, langkah pembenahan juga dapat memberikan ruang bagi pemerintah untuk memastikan setiap rupiah anggaran yang dialokasikan benar-benar memberikan manfaat optimal bagi masyarakat.
Selain itu, evaluasi dinilai penting untuk menjaga kepercayaan publik terhadap program yang menjadi salah satu agenda strategis pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
Ia berpendapat bahwa dengan tata kelola yang semakin baik, program MBG memiliki peluang untuk terus dikembangkan dan memberikan dampak yang lebih besar bagi peningkatan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa mendatang.

5 hours ago
2
















































