REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Di tengah meningkatnya ketidakpastian geopolitik, perlambatan ekonomi global, hingga persaingan pengaruh antarblok negara besar, penguatan hubungan Indonesia dengan Prancis dinilai menjadi langkah strategis untuk menjaga kepentingan nasional sekaligus memperluas peluang kerja sama ekonomi dan pertahanan.
Pengamat hubungan internasional Subhan Yusuf menilai hubungan yang semakin erat antara Indonesia dan Prancis menunjukkan upaya memperluas ruang diplomasi Indonesia di tengah perubahan tatanan global yang berlangsung cepat.
"Indonesia sedang memaksimalkan berbagai opsi diplomatik untuk melindungi kepentingan nasional sekaligus mempererat kerja sama di berbagai dimensi," kata Subhan.
Menurut dia, salah satu aspek penting dalam hubungan kedua negara adalah dorongan penyelesaian Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA) serta penguatan kerja sama ekonomi antara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dengan kamar dagang Prancis.
Langkah tersebut, kata Subhan, menunjukkan keinginan Indonesia untuk menarik investasi Prancis di berbagai sektor strategis yang dapat mendukung agenda industrialisasi dan hilirisasi nasional.
Selain sektor ekonomi, kerja sama pertahanan juga menjadi faktor penting dalam hubungan bilateral kedua negara. Indonesia saat ini menjadi salah satu pengguna berbagai produk pertahanan Prancis, mulai dari pesawat tempur Rafale, kapal selam Scorpene, hingga teknologi persenjataan lainnya.
"Jika hubungan Indonesia dan Prancis semakin erat tentu sangat baik bagi Indonesia. Meski bukan negara hegemoni ekonomi, Prancis memiliki kemampuan teknologi militer yang sangat mumpuni," ujarnya.
Subhan menilai intensitas hubungan kedua negara dalam beberapa tahun terakhir mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan diplomatik (high trust diplomacy) yang dibangun secara setara dan saling menguntungkan.
Ia menekankan bahwa penguatan hubungan tersebut tidak hanya terkait kebutuhan modernisasi alat utama sistem persenjataan untuk memenuhi target Minimum Essential Force (MEF), tetapi juga membuka peluang kerja sama ekonomi yang lebih luas, termasuk melalui percepatan IEU-CEPA.
"Saya melihat ini sebagai upaya mempererat hubungan yang berlangsung dalam gestur dua arah dan setara. Ini penting dicatat karena berbeda dengan hubungan yang bersifat subordinatif. Ada kesetaraan baik dari sisi postur diplomasi maupun manfaat yang dihasilkan," katanya.
Menurut Subhan, kedekatan dengan Prancis juga memperlihatkan kemampuan diplomasi Indonesia dalam membangun komunikasi dengan berbagai kekuatan dunia tanpa terjebak dalam rivalitas blok tertentu.
Pendekatan tersebut dinilai penting bagi Indonesia untuk menjaga posisi strategisnya di tengah dinamika hubungan antara negara-negara Barat, BRICS, maupun kekuatan ekonomi dan politik global lainnya.
"Indonesia sedang membangun hubungan dengan berbagai pusat kekuatan dunia secara kalkulatif dan berimbang. Tujuannya adalah memastikan kepentingan nasional tetap terjaga di tengah perubahan lanskap geopolitik global yang semakin kompleks," ujar Subhan.

4 hours ago
6
















































