Perang AS-Israel Melawan Iran Diduga Habiskan hingga Rp 33,7 Triliun per Hari

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Perang Amerika Serikat (AS) dan Israel melawan Iran yang terus meningkat memunculkan pertanyaan mengenai besarnya biaya yang harus ditanggung Washington. Akhir pekan lalu, dua sumber di Kongres mengatakan kepada penyiar Amerika Serikat MS NOW bahwa perang tersebut diperkirakan menelan biaya sekitar 1 miliar dolar AS (Rp 16,8 triliun) per hari. Sehari kemudian, Politico melaporkan bahwa sejumlah anggota Partai Republik di Capitol Hill secara pribadi khawatir Pentagon menghabiskan hampir 2 miliar dolar AS (Rp 33,7 triliun) per hari untuk perang tersebut.

Pemimpin Minoritas DPR AS Hakeem Jeffries mengatakan kepada wartawan dalam konferensi pers di Capitol Hill pekan lalu bahwa Presiden Donald Trump sedang “menjerumuskan Amerika ke dalam konflik tanpa akhir di Timur Tengah” dan “menghabiskan miliaran dolar untuk membombardir Iran”.

“Namun mereka tidak bisa menemukan satu sen pun untuk membuat layanan kesehatan lebih terjangkau bagi rakyat Amerika ketika mereka membutuhkan dokter,” ujarnya, dilansir Al Jazeera, Selasa (10/3/2025).

“Tidak ada dana untuk membantu warga Amerika yang bekerja keras membeli rumah pertama mereka, dan tidak ada dana untuk menurunkan harga kebutuhan pokok.”

Trump, yang memenangkan pemilihan presiden 2024 sebagian besar dengan janji menurunkan biaya hidup, kini mengalami penurunan popularitas. Survei Reuters/Ipsos yang dilakukan beberapa jam setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari juga menunjukkan rendahnya dukungan publik AS terhadap perang tersebut.

Pentagon, markas Departemen Pertahanan AS, belum merilis perkiraan resmi biaya perang. Namun, analis menilai biaya yang terus meningkat itu kemungkinan tidak akan diterima dengan baik oleh pemilih, terutama beberapa bulan menjelang pemilu paruh waktu.

Untuk mendapatkan gambaran lebih jelas mengenai biaya perang, anggota DPR dari Pennsylvania Brendan Boyle, yang merupakan anggota Partai Demokrat senior di Komite Anggaran DPR, meminta Kantor Anggaran Kongres (Congressional Budget Office/CBO) menganalisis biaya sebenarnya dari konflik tersebut.

Dalam surat resmi yang dikirim pada 5 Maret, Boyle meminta CBO menganalisis “biaya operasional, logistik, dan dukungan perang di Iran, termasuk biaya langsung maupun tidak langsung terkait penggunaan kekuatan militer”.

Ia juga meminta estimasi “biaya tambahan lain”, termasuk operasi diplomatik dan bantuan luar negeri. Selain itu, Boyle meminta analisis mengenai biaya peluang, misalnya dampak terhadap kemampuan Amerika Serikat merespons potensi agresi China jika kapal induk yang berada dekat Taiwan dipindahkan ke wilayah Iran.

Boyle juga meminta analisis mengenai dampak ekonomi perang terhadap harga-harga.

Ia meminta kajian tersebut dibuat dalam beberapa skenario, termasuk jika perang berlangsung lebih dari empat hingga lima pekan atau jika Amerika Serikat mengerahkan pasukan darat ke Iran.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |