Perhutani Ajak Anak Belajar Mencintai Hutan Sejak Dini

13 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Perum Perhutani memanfaatkan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026 untuk memperkuat pendidikan karakter dan kepedulian terhadap lingkungan melalui kegiatan belajar menanam pohon bagi anak usia dini. Program tersebut juga dibarengi penyaluran bantuan pendidikan kepada sejumlah TK Tunas Rimba di Pulau Jawa.

Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko Perhutani Sandy Mukhlisin mengatakan, pembelajaran mencintai hutan sejak usia dini diharapkan dapat membentuk generasi yang peduli terhadap kelestarian lingkungan.

“Setiap pohon yang ditanam hari ini adalah harapan bagi masa depan. Anak-anak yang belajar mencintai hutan akan belajar menjaga kehidupan. Ini sejalan dengan komitmen Perhutani dalam mengelola hutan secara lestari,” ujar Sandy dalam keterangan tertulis di Jakarta, Rabu (5/8/2026).

Menurut Sandy, kegiatan bertema “Menumbuhkan Cinta Menanam Sejak Anak Usia Dini” tersebut merupakan kolaborasi Program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Perhutani, Srikandi Perhutani, dan Yayasan Taruna Rimba Perhutani (YTRP).

Dalam kegiatan tersebut, Perhutani menyalurkan 100 paket alat tulis sekolah, satu paket alat peraga edukatif, serta bantuan pengembangan fasilitas pendidikan senilai Rp11 juta untuk empat TK Tunas Rimba, yakni TK Tunas Rimba I Kebonharjo, TK Tunas Rimba III Banyuurip Randublatung, TK Tunas Rimba II Rejuno Saradan, dan TK Tunas Rimba II Besowo Kediri.

“Kami menyerahkan bantuan alat tulis sekolah dan alat peraga edukatif kepada anak-anak TK sebagai langkah untuk mendukung terwujudnya generasi muda yang unggul,” kata Sandy.

Ia menjelaskan bantuan tersebut merupakan bagian dari program TJSL Perhutani dan Yayasan Jati Sejahtera untuk mendukung peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini, khususnya di sekitar kawasan hutan.

Selain bantuan pendidikan, Perhutani juga menggelar program Perhutani Mengajar yang mengajak anak-anak belajar menanam pohon bersama Srikandi Perhutani.

“Dengan begitu, anak-anak tumbuh menjadi generasi yang peduli terhadap lingkungan, hutan, dan masa depan bumi,” ujarnya.

Sandy menambahkan, melalui YTRP, Perhutani mengelola 93 unit TK Tunas Rimba yang tersebar di Pulau Jawa dan Madura dengan jumlah siswa mencapai 3.973 anak. Menurut dia, keberadaan TK Tunas Rimba diharapkan dapat memperluas akses pendidikan sekaligus membangun karakter generasi muda.

Ketua YTRP Judya Paramita mengatakan bantuan yang diberikan diharapkan tidak hanya mendukung kegiatan belajar mengajar, tetapi juga memperkuat pendidikan karakter dan kepedulian lingkungan sejak usia dini.

Sementara itu, Kepala TK Tunas Rimba Bumijawa Mega menyampaikan apresiasi atas bantuan yang diberikan. Ia berharap dukungan tersebut dapat meningkatkan kualitas layanan pendidikan sekaligus menarik minat masyarakat menyekolahkan anaknya di TK Tunas Rimba.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |