Persaingan Industri Tenaga Alih Daya Kian Ketat, PKSS Perluas Pasar Bisnis

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Tantangan industri penyediaan jasa tenaga alih daya semakin kompetitif. Persaingan terasa dari munculnya perusahaan baru sejenis dan terbatasnya suplai tenaga kerja yang memiliki standar mumpuni.

"Tenaga ahli daya ini memang ini kita dihadapkan pada situasi ketat seperti dalam rekrutmen satpam (security), pengemu (driver), itu bisnis yang mudah dimasukkan oleh kompetitor, jenis usaha yang mudah ditiru," ujar Presiden Direktur PT Prima Karya Sarana Sejahtera (PKSS), Sadmiadi, saat memberikan keterangan pers di Jakarta, Kamis (9/5/2026).

Persaingan itu, kata Sadmiadi, misalnya sudah sampai kepada penawaran harga kepada klien. "Saling sikut, kelangsungan perusahaan terancam," katanya menekankan.

Sekadar gambaran, PT PKSS merupakan anak perusahaan atau bagian dari Yayasan Kesejahteraan Pekerja Bank Rakyat Indonesia (BRI). PKSS bergerak di bidang pengelolaan sumber daya manusia yang saat ini sudah memiliki lebih dari 300 klien dengan tenaga rekrutan mencapa 52 ribu orang di 35 wilayah di seluruh Indonesia.

Sekitar 70 persen bekerja di pekerjaan dasar seperti satpam, sopir, cleaning service, hingga kurir dan office boy dengan rata-rata lulusan SMA. Selain itu ada juga di pekerjaan dengan posisi sekretaris, admin, IT hingga layanan contact centre dengan rata jebolan D3 ke atas.

Berkaca pada persaingan itu, menurut Sadmiadi, PKSS terus memperkuat langkah perluasan pasar bisnis. Selain di bidang Manpower Process Outsourcing atau tenaga alih daya, perusahaan fokus pada penyediaan layanan BPO (Business Proces Outsourcing) atau alih daya di bidang keuangan.

Misal pengelolaan sumber daya di layanan sales dan collection. "Kita tawarkan ke klien -klien itu sehingga terkait biaya yang dikeluarkan tak lagi fokus ke fix cost," ujarnya.

Hanya saja rekrutmen di sektor keuangan terutama di sales maupun collection ini bukanlah perkara mudah. Karena banyak sumber daya tenaga kerja yang lebih memilih untuk bekerja di bagian dalam seperti admin atau cleaning service.

PT PKSS juga merambah dalam layanan Knowledge Process Outsourcing (KPO) atau alih daya tingkat lanjut. KPO fokus pada pekerjaan berbasis informasi, analisis, dan keahlian khusus seperti riset pasar dan analisi keuangan. "Saat ini kita porsi MPO masih 94 persen, sementara BPO 4 persen, dan 1,7 persen (KPO). Kita ingin porsi di luar MPO ini bertambah," ujarnya.

Direktur Finansial dan Operasi Issuhersatyo menambahkan ada cara pandang yang harus diubah dalam pola pikir tenaga kerja di Indonesia. Selama ini banyak yang punya mindset seperti pekerjaan di PNS (pegawai negeri sipil) yakni dapat gaji, status dan pensiunan. "Mindsetnya ini harus diubah," ujarnya.

Di banyak negara lain, justru pekerja ingin terus meningkatkan skill atau kemampuannya dengan bekerja di banyak tempat dan posisi. "Nah kami ingin menjadi Briding talent ini, setiap orang harus kemampuan untuk mendevelop diri.jkami menyeidakan laangan kerja yang banyak," katanya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |