Pertamina Cari Pasokan Minyak dan LPG ke AS, Impor Rusia Disiapkan

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Yuliot Tanjung, mengatakan tim PT Pertamina (Persero) saat ini berada di Amerika Serikat untuk mencari pasokan cepat minyak mentah (crude) dan LPG. Langkah ini ditempuh guna memastikan kebutuhan energi dalam negeri tetap terpenuhi.

Pemerintah mempercepat penjajakan dengan berbagai perusahaan energi global demi mendapatkan suplai dalam waktu singkat. Upaya ini berjalan paralel dengan rencana impor dari Rusia yang masih dalam tahap penyiapan skema.

“Tadi pagi saya juga rapat dengan Kemlu dan juga dengan beberapa dubes. Atas komitmen itu, tim dari Pertamina juga sedang berada di Amerika sekarang,” ujar Yuliot di Jakarta, Jumat (24/4/2026).

Ia mengatakan pemerintah mencari sumber pasokan dari berbagai negara agar distribusi energi tetap terjaga. Kebutuhan crude dan LPG menjadi fokus utama dalam negosiasi yang sedang berjalan.

“Jadi perusahaan-perusahaan mana yang bisa menyuplai kita dalam waktu cepat dan juga bagaimana pengiriman yang kita harapkan. Berbagai sumber untuk kebutuhan crude kita dan juga untuk kebutuhan LPG dalam negeri itu bisa terpenuhi,” kata Yuliot.

Ia menerangkan Indonesia selama ini telah mengimpor energi dari Amerika Serikat, terutama untuk LPG. Porsi impor dari negara tersebut masih mendominasi kebutuhan nasional.

“Kalau untuk LPG, total impor kita sekitar 7 juta ton. Dari jumlah itu sekitar 60 persen berasal dari Amerika,” tutur Yuliot.

Di sisi lain, pemerintah juga melanjutkan pembahasan impor minyak mentah dari Rusia dengan volume sekitar 150 juta barel hingga akhir 2026. Skema pelaksanaan masih digodok agar dapat segera direalisasikan.

Yuliot menambahkan impor energi tidak bergantung pada satu negara. Pemerintah membuka peluang kerja sama dengan berbagai mitra untuk menjaga ketahanan pasokan. Kebutuhan energi nasional yang tinggi menjadi latar belakang percepatan pencarian pasokan dari luar negeri. Konsumsi minyak mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, jauh di atas produksi domestik yang berada di kisaran 600 ribu barel per hari.

Pemerintah juga merancang distribusi pasokan untuk berbagai sektor, termasuk bahan bakar, industri, dan petrokimia. Pemanfaatan energi diarahkan untuk mendukung aktivitas ekonomi nasional.

“Sepanjang kebutuhan dalam negeri ini bisa kita distribusikan, bahan baku petrokimia juga diperlukan,” ujar Yuliot.

Di tengah upaya tersebut, pemerintah menyiapkan berbagai opsi skema impor agar proses pengadaan berjalan lebih cepat dan efisien. Koordinasi lintas kementerian dan pelaku usaha terus dilakukan untuk memastikan pasokan energi tetap aman.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |