Produsen Tahu-Tempe Putar Kepala Siasati Kenaikan Harga Kedelai dan Plastik

4 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Produsen tempe dan tahu di Kota Semarang, Jawa Tengah (Jateng), mengaku sangat terimbas oleh kenaikan harga kedelai serta plastik. Namun mereka segan jika harus ikut mengerek harga.  Cara menyiasatinya, produsen menyusutkan ukuran tempe dan tahu agar tetap dapat dijual dengan harga normal.

Pemilik pabrik tempe di Pandean Lamper, Kota Semarang, Adib Mukharam, mengungkapkan, kenaikan harga kedelai terjadi secara bertahap. Pada Januari 2026 lalu, harga kedelai masih sekitar Rp8.500 per kilogram. Saat ini harganya Rp10.250 per kilogram.

"Sepengetahuan saya, kedelai ini naik karena ada kenaikan kurs dolar. Sekarang kan dolarnya itu di angka Rp17 ribu, sehingga harganya cenderung naik secara bertahap," kata Adib saat diwawancara, Sabtu (11/4/2026).

Dia mengungkapkan, dalam sehari pabriknya dapat memproduksi rata-rata 650 kilogram tempe. Menurut Adib, harga kedelai memang cukup fluktuatif. Pada tahun lalu harganya bahkan sempat menyentuh Rp14.500-Rp15.000 per kilogram.

Namun Adib tetap dapat menyiasati harga jual karena saat itu harga plastik, yang dipakai sebagai pembungkus tempe, tidak melambung. Saat ini situasinya berbeda. "Untuk plastik, kami biasanya beli per rol dengan harga Rp550 ribu. Sekarang yang terakhir itu harganya sudah Rp1.750.000 per rol," kata Adib.

Menurut Adib, banyak produsen tempe yang tak memprediksi kenaikan tajam harga plastik. Namun di tengah kenaikan harga kedelai dan plastik, Adib enggan menaikkan harga jual tempenya.

"Kami kan kebanyakan menjual ke ritel, toko-toko sayur. Kalau kami naikin harga, akan susah dijual. Jadi harganya tetap sama, tapi gramasi atau beratnya kami turunin, dari normalnya 450 gram jadi 400 gram. Ini untuk yang harganya lima ribu," ucap Adib.

Meski harga kedelai dan plastik sedang melambung, Adib mengatakan produksi tempe di pabriknya tidak menurun. Hal itu karena dia telah mempunyai pelanggan atau pemesan tetap.

Adib berharap pemerintah dapat menstabilkan lagi harga komoditas dan bahan baku untuk produk-produk dengan karakteristik permintaan yang tinggi. "Sehingga masyarakat tetap mampu beli dan ekonomi bisa berjalan," ujarnya.

Pemilik pabrik tahu di Jomblang, Kota Semarang, Joko Wiyatno, menceritakan hal serupa. Dia mengaku pendapatannya terkikis akibat modal untuk membeli kedelai harus diperbesar.

Joko mengungkapkan, harga normal kedelai berkisar antara tujuh hingga delapan ribu rupiah per kilogram. Sementara saat ini harganya menembus Rp11 ribu per kilogram. Menurut Joko, kenaikan harga kedelai memang bertahap. Fase paling signifikannya adalah setelah Lebaran.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |