Projo Mendebat Pernyataan Jusuf Kalla soal Jokowi

2 hours ago 1

MANTAN wakil presiden Jusuf Kalla menyatakan dirinya berperan dalam perjalanan Joko Widodo hingga menjadi Presiden ke-7. Pernyataan Kalla itu didebat oleh organisasi masyarakat pendukung Jokowi, Projo.

Sekretaris Jenderal Projo Freddy Alex Damanik mengatakan organisasinya menghormati Kalla. Menurut Freddy, Kalla berkontribusi nyata dalam Pemilihan Presiden atau Pilpres 2014 saat pasangan Jokowi-JK menang dari Prabowo Subianto-Hatta Rajasa.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Namun, Projo menolak klaim kemenangan Jokowi di Pilpres adalah karena peran satu individu saja. Freddy mengklaim Jokowi menjadi presiden adalah kehendak  rakyat Indonesia. "Demokrasi kita tidak dibangun di atas peran satu individu, melainkan kerja kolektif berbagai elemen bangsa," kata Freddy dalam keterangan tertulis, Ahad, 19 April 2026.

Freddy berujar keberhasilan Jokowi tidak dapat dilepaskan dari rekam jejaknya. "Kepemimpinan beliau yang lahir dari bawah, kerja nyata, serta kedekatan dengan rakyat, faktor inilah yang menjadi fondasi utama kepercayaan publik," tuturnya.

Selain itu, dia menyoroti peran organisasi relawan hingga partai politik dalam memenangkan Jokowi. Freddy pun meminta agar proses tersebut tak disederhanakan.

Dalam konferensi pers pada Sabtu, Jusuf Kalla meluapkan kekesalannya terhadap pihak-pihak yang kerap mendiskreditkan hubungannya dengan Jokowi. JK mengingatkan kembali peran vitalnya dalam membawa Jokowi ke kancah politik nasional. "Kasih tahu semua itu termul-termul itu. Jokowi jadi Presiden karena saya. Setuju? Setuju. Tanpa gubernur mana bisa jadi presiden," kata JK di kediamannya, Jakarta Selatan, Sabtu, 18 April 2026.

JK juga mempertanyakan keputusan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri mengusung Jokowi. Dia menceritakan pengalamannya ketika diminta Megawati mendampingi Jokowi di Pilpres 2014.

Menurut JK, Jokowi belum cukup berpengalaman untuk ditugaskan sebagai kepala negara. "Baru dua tahun menjadi Gubernur (Jakarta)," kata Kalla saat konferensi pers di rumahnya di kawasan Jakarta Selatan pada Sabtu, 18 April 2026.

JK sempat mengimbau kepada ketua umum partai banteng itu untuk mempertimbangkan ulang pencalonan Mantan Wali Kota Solo tersebut. "Belum cukup pengalaman, nanti rusak negeri ini," ujar wakil presiden periode ke-10 dan ke-12 ini.

Eka Yudha Saputra dan Novali Panji Nugroho berkontribusi dalam penulisan artikel ini.
Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |