PTN Hoops Fest 2026, dari Nostalgia Basket hingga Tukar Pikiran untuk Kemajuan Bangsa

4 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PTN Hoops Fest 2026 tak sekadar menjadi ajang bagi para alumni perguruan tinggi negeri (PTN) untuk kembali berlaga di lapangan basket. Turnamen tersebut juga menjadi ruang silaturahmi, bernostalgia, sekaligus tempat bertukar pikiran mengenai berbagai hal untuk kemajuan bangsa.

Ratusan alumni dari sejumlah PTN terkemuka di Indonesia ambil bagian dalam turnamen yang bertajuk resmi Senior Unity Alumni PTN Hoops 2026 tersebut. Turnamen berlangsung selama empat hari, 22-25 Agustus 2026, di GOR Bulungan, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan.

Tahun ini, panitia mengusung tema "One Basketball, Countless Memories". Tema tersebut mencerminkan semangat mempertemukan kembali para alumni melalui olahraga sekaligus menghadirkan suasana kompetisi yang sehat dan penuh keakraban.

Sebanyak tujuh PTN ambil bagian dalam ajang tersebut, yakni Universitas Indonesia (UI), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Bandung (ITB), IPB University, Universitas Padjadjaran (Unpad), Universitas Diponegoro (Undip), dan Universitas Sebelas Maret (UNS).

Untuk menjaga keseimbangan pertandingan, kompetisi dibagi dalam sejumlah kategori umur. Kategori yang dipertandingkan meliputi KU 30+ putra dan putri, KU 40+ putra, KU 50+ putra, serta KU 55+ putra.

Ketua PP Perbasi periode 2010-2015 Anggito Abimanyu yang turut meramaikan turnamen tersebut mengatakan, PTN Hoops Fest memiliki makna lebih luas daripada sekadar pertandingan basket. Menurut dia, kegiatan tersebut membawa semangat persatuan, menjaga kebugaran, sekaligus mempererat silaturahmi antarlulusan PTN.

"Semangatnya adalah semangat untuk persatuan, semangat untuk bertanding, semangat untuk tetap sehat, sekaligus bersilaturahmi, khususnya para alumni dari perguruan tinggi negeri," kata Anggito yang kini menjabat Ketua Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Selasa (25/8/2026) di GOR Bulungan Jakarta.

Anggito menuturkan, sejumlah peserta merupakan kawan lama yang telah dikenalnya sejak dekade 1980-an. Kini, ketika sebagian besar telah mendekati usia 60 tahun, pertemuan melalui olahraga basket menghadirkan kembali kenangan ketika mereka masih muda dan aktif bermain bersama.

Namun, nostalgia bukan satu-satunya hal yang dibawa para alumni ke lapangan basket. Menurut Anggito, suasana olahraga yang cair justru membuat para peserta lebih mudah berkomunikasi dan bertukar pandangan mengenai berbagai persoalan bangsa.

"Teman-teman lama saya sejak tahun 1980-an. Umurnya sekarang sudah hampir 60 tahun semua. Kami bisa bertukar pikiran mengenai kemajuan bangsa ini," ujarnya.

Ia mengatakan, diskusi antarpeserta bahkan tidak berhenti pada persoalan olahraga. Dalam suasana yang santai, para alumni dapat menyampaikan pandangan dan masukan mengenai berbagai persoalan kepada pemerintah.

Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Hasan Fawzi juga mengapresiasi penyelenggaraan Turnamen Basket Antaralumni PTN 2026. Ia menilai kegiatan tersebut mampu menyatukan olahraga, silaturahmi, dan jejaring alumni dalam satu ruang yang lebih cair.

Menurut Hasan, para alumni yang kini telah berkarya di berbagai instansi dan bidang masing-masing memiliki potensi besar untuk membangun sinergi. Pertemuan melalui olahraga dapat menjadi pintu masuk untuk menjalin kerja sama yang lebih luas di luar lapangan basket.

Hasan berharap PTN Hoops Fest dapat digelar secara rutin dan melibatkan lebih banyak peserta, baik dari PTN maupun perguruan tinggi swasta (PTS). Ia juga berharap ajang tersebut pada akhirnya dapat berkembang menjadi salah satu agenda basket nasional.

"Semoga pada saatnya nanti turnamen ini bisa menjadi salah satu agenda basket nasional," kata Hasan.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |