Ramai Pohon Gasibu Hilang, Dedi Mulyadi: Satu Ditebang Diganti 50 Pohon

1 hour ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG — Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menjelaskan hilangnya sejumlah vegetasi di kawasan Lapangan Gasibu, Kota Bandung, merupakan bagian dari penataan ruang terbuka hijau di kawasan Gedung Sate-Gasibu. Menurut dia, pohon yang dipindahkan bukanlah pohon besar, melainkan pohon angsana berukuran kecil yang kemudian diganti dengan penanaman pohon asam jawa dalam jumlah lebih banyak.

"Oh iya (terdampak), pohonnya pohon kecil, bukan pohon besar ya. Pohonnya pohon angsana dan diganti dengan pohon yang lebih banyak lagi dan sudah ditanam dan sudah tumbuh. Jadi satu pohon diganti oleh 50 pohon. Silakan dicek tuh pohonnya sudah hidup sekarang di belakang Gedung Sate," ujar Dedi di Bandung, Rabu.

Menurut Dedi, kebijakan penggantian jenis pohon tersebut tidak dilakukan secara sembarangan, melainkan didasarkan pada pertimbangan ilmiah mengenai keberlanjutan lingkungan serta daya dukung ekosistem di kawasan perkotaan.

Ia menilai pohon angsana memiliki sejumlah keterbatasan dibandingkan dengan pohon asam jawa, terutama dalam mendukung konservasi air dan keberlangsungan habitat satwa liar di lingkungan perkotaan.

"Angsana itu kan pohon yang, menurut saya, malah harus diganti. Karena ketika angsana itu ada di pinggir jalan, dia tuh menyerap air bukan menghasilkan air," kata Dedi.

Selain itu, menurutnya, pohon angsana juga dinilai kurang ideal sebagai tempat hidup berbagai jenis burung yang selama ini menjadi bagian dari ekosistem kota. Karena itu, Pemerintah Provinsi Jawa Barat mulai mengarahkan penanaman pohon pada jenis yang dinilai memiliki manfaat ekologis lebih besar.

"Dan burung itu enggak bisa tinggal di Angsana, makanya sekarang diganti oleh kita, kita banyak tanam pohon Asem Jawa sekarang ya," ujarnya.

Dedi mengatakan penataan kawasan Gedung Sate dan Gasibu tidak semata-mata bertujuan mempercantik wajah kota. Pemerintah daerah, kata dia, juga ingin membangun ruang publik yang memiliki fungsi ekologis lebih baik sehingga dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

Ia menambahkan, keberhasilan penataan ruang terbuka hijau tidak hanya diukur dari jumlah pohon yang dipertahankan, tetapi juga dari kualitas vegetasi yang ditanam, kemampuan pohon menopang keseimbangan lingkungan, serta daya tahannya dalam jangka panjang.

sumber : Antara

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |