Petugas dari Dishub melakukan pengecekan kendaraan bus (Ramp Check) di Terminal Cicaheum, Kota Bandung, Kamis (27/3/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG- Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) melakukan kegiatan ramp check atau pengecekan bus-bus yang akan digunakan untuk perjalanan mudik Lebaran tahun 2026. Mereka mengungkapkan 80 persen bus-bus di Jawa Barat layak jalan dan sisanya 20 persen masih belum layak jalan.
Kepala Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas I Jawa Barat Ferdy Trisanto Kurniawan mengatakan, kegiatan ramp check dilakukan rutin di pool bus jelang arus mudik Lebaran 2026. Pihaknya mengecek bus-bus pariwisata yang akan digunakan untuk program mudik gratis di pool dan di terminal.
Ia mengatakan, pemerintah ingin memastikan seluruh armada yang digunakan masyarakat berada dalam kondisi aman. "Kami dari pihak pemerintah memastikan semua bus, armada bus yang akan digunakan untuk mudik gratis baik yang digunakan oleh pemerintah maupun dari pihak BUMN dan swasta itu layak digunakan," ucap dia belum lama ini.
Ferdy menjelaskan, sekitar 8.000 bus telah menjalani pemeriksaan kelayakan jalan dan ditargetkan mencapai 10.000 kendaraan. Pihaknya melakukan pemeriksaan mulai dari sistem rem, lampu, perseneling, kelengkapan administrasi dan perizinan serta KIR.
Ia mengatakan seluruh bus yang akan digunakan harus sudah layak jalan sebelum beroperasi. Total 80 persen armada bus di Jawa Barat telah dinyatakan layak jalan.
"Ada beberapa memang yang belum layak karena memang contohnya remnya yang perlu diganti seperti itu Pak. Tapi kita minta untuk diganti dulu sebelum digunakan oleh masyarakat," ungkap dia.
Selain itu, kondisi kesehatan pengemudi pun menjadi perhatian dalam pemeriksaan tersebut agar bebas alkohol dan sehat, serta terbebas narkoba. Dia mengimbau masyarakat untuk memastikan kelaikan bus yang akan digunakan sebelum bepergian.
Kabid Lalu Lintas dan Pengawasan BPTD Jawa Barat Tarma mengatakan 20 persen bus yang belum laik jalan dikarenakan faktor KIR dan teknis lainnya. Namun, yang paling banyak yaitu masalah dokumen administrasi.
"Kalau sampai rusak atau tidak memenuhi catatan kita kasih stiker. Kalau layak dikasih stiker biru," kata dia.

4 hours ago
3















































