Rincian Paket Stimulus II Tahun Ini Sebesar Rp 7,8 Triliun

5 hours ago 5

PEMERINTAH akan meluncurkan paket stimulus untuk mendorong pertumbuhan ekonomi semester kedua 2026. Nilai total stimulus yang disiapkan adalah Rp 7,8 triliun yang terdiri dari sederet diskon transportasi hingga insentif perpajakan.

Rencana tersebut diungkapkan oleh Menteri Koordinator Perekonomian Airlangga Hartarto seusai rapat koordinasi terbatas dengan sejumlah menteri di kantornya, Selasa, 26 Mei 2026. Ia menjelaskan paket diberikan mulai kuartal II 2026 hingga semester kedua. “Ini untuk semester 2 sebagian,” ucapnya.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Airlangga merinci dana yang disiapkan di antaranya insentif perpajakan royalti bagi penulis berupa Pajak Penghasilan (PPh) final sebesar 1,5 persen. Potongan pajak akan otomatis berlaku bagi seluruh penulis dengan syarat buku tersebut memiliki kode pengidentifikasian buku alias International Standard Book Number (ISBN) yang jelas.

Selain itu, pemerintah juga meluncurkan diskon transportasi dan angkutan udara pada periode libur sekolah dan Natal 2026 serta Tahun Baru 2027 (Nataru). Di libur sekolah, total anggaran yang disiapkan sebesar Rp 190,5 miliar dengan target penerima manfaat mencapai 3.074.899.

Khusus transportasi kereta api, diberikan potongan tarif sebesar 30 persen dari harga tiket pada periode perjalanan 20 Juni–5 Juli 2026. Lalu angkutan diskon 30 persen dari tarif dasar bagi pengguna angkutan laut PT Pelni untuk periode perjalanan 20 Juni–15 Agustus 2026. Sedangkan angkutan penyeberangan ASDP diberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 20 Juni–5 Juli 2026.

Pada periode Nataru, pemerintah menyiapkan anggaran Rp 161,4 miliar, dengan target penerima manfaat 2.874.581 orang. Terdiri dari diskon tarif tiket kereta api 30 persen dari harga tiket untuk periode perjalanan 22 Desember 2026–4 Januari 2027.

Selanjutnya, potongan 30 persen dari tarif dasar angkutan laut PT Pelni untuk periode perjalanan 17 Desember 2026–10 Januari 2027. Lalu angkutan penyeberangan ASDP diberikan pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 22 Desember 2026–10 Januari 2027.

Pemerintah juga menyiapkan stimulus transportasi udara yaitu PPN Ditanggung Pemerintah (DTP) sebesar 100 persen untuk tiket pesawat udara penerbangan domestik kelas ekonomi. Diskon tiket ini diberikan selama periode 24 Juni-5 Juli 2026 dengan anggaran diperkirakan Rp 472,7 miliar dan target 2,3 juta penumpang.

Di periode Nataru 22 Desember 2026 hingga 10 Januari 2027, anggaran PPN DTP tiket pesawat yang disiapkan sekitar Rp 722 miliar dengan target 3,7 juta penumpang. Selama periode ini pemerintah juga memberikan tambahan komponen diskon yaitu PJP2U (Airport Tax) diskon sebesar 50 persen dan PJP4U sebesar 50 persen.

Selain itu, pemerintah akan melanjutkan Program Magang Nasional tahap keempat pada Juli 2026 dengan anggaran Rp 4,14 triliun dan target peserta mencapai 150.000 orang. Program vokasi nasional juga disiapkan untuk 220.000 lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan 50.000 pekerja terdampak pemutusan hubungan kerja (PHK) dengan estimasi dana Rp 2,12 triliun.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |