Stok Minyakita di Kota Cimahi Langka di Tengah Rencana Pemerintah Menaikkan HET

3 hours ago 1

REPUBLIKA.CO.ID, CIMAHI -- Pemerintah menyepakati kenaikan harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng Minyakita menyusul kenaikan harga crude palm oil (CPO). Namun, besaran kenaikan maupun waktu penetapannya masih menunggu perkembangan harga minyak sawit mentah yang dinilai masih berfluktuasi.

Informasi rencana kenaikan minyak goreng rakyat itu sudah diketahui pada pedagang di Pasar Atas Baru, Kota Cimahi, Jawa Barat. Saat ini HET Minyakita yang diluncurkan Kementerian Perdagangan (Kemendag) tahun 2022 itu masih Rp15.700 per liter.

"Iya informasinya HET Minyakita mau naik, tapi belum tahu jadi berapa. Baru tahu dari pemberitaan aja katanya karena CPO juga naik. Kalau sekarang masih jual sesuai HET lama," kata Hanna Subiarti (56 tahun), salah seorang pedagang kepada Republika, Jumat (5/6/2026).

Menurut Hanna, naiknya HET Minyakita ini otomatis nantinya berdampak terhadap harga jual kepada masyarakat yang akan mengikuti. Kondisi ini dipastikan bakal membebani masyarakat di tengah harga komoditas pangan yang serba naik, sedangkan daya beli yang cenderung menurun.

"Kasihan konsumen karena komoditi yang lain sudah naik duluan. Ditambah kan sekarang daya beli masyarakat malah cenderung menurun, konsumen yang belanja ke pasar berkurang," tutur Hanna.

Selain dihadapkan pada kenaikan harga, ketersediaan Minyakita juga saat ini sangat sulit didapat pedagang dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini Hanna yang sudah terverifikasi menjadi Rumah Pangan Kita (RPK) hanya mendapat 10 karton atau dus setiap minggunya Bulog.

"Minyakita itu biasanya saya dapat 50-100 karton setiap minggunya, tapi sekarang hanya 10 dus. Yang dapat di Pasar Atas hanya 3 RPK. Jadi lagi sulit sekarang barangnya, alasannya enggak tau kenapa. Sekarang saya enggak punya stok karena emang paling laku," kata Hanna.

Kepala Bidang Perdagangan pada Dinas Perdagangan Koperasi UMKM dan Perindustrian Kota Cimahi Indra Bagjana mengatakan, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Bulog terkait berkurangnya stok Minyakita di pasaran.

"Iya betul dari Bulog suplainya sulit sekarang. Distribusinya dari Bulog langsung ke pedagang, status sebagai distributor 1," kata Indra.

Namun, pihaknya belum mengetahui penyebab tersendatnya pasokan Minyakita ke pedagang. Ia juga memastikan HET saat ini masih yang lama karena yang terbaru belum diumumkan pemerintah pusat.

"Saya enggak hapal teknisnya seperti apa sampai di lapangan tdk ada barang, itu ranahnya Bulog," kata Indra.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |