REPUBLIKA.CO.ID,TANGERANG -- Semangat menanamkan kecintaan terhadap Alquran sejak usia dini terus dipupuk melalui berbagai kegiatan pendidikan agama di masyarakat. Salah satunya sebagaimana inisiatif yang dilakukan Rumah Bocil Pojok Nusantara, yang menyelenggarakan Semarak Ramadhan 1447 H meliputi Lomba Hafalan Alquran Juz 30, Lomba Cerdas Cermat, Mewarnai, Santunan Yatim, Ojol dan Kurir hingga Bazar Ramadhan.
Acara ini digelar selama sepekan, terhitung sejak Ahad (8/3/2026) hingga Sabtu (14/3/2026) dengan melibatkan anak-anak dari prasekolah hingga sekolah dasar (SD), madrasah ibtidaiyah (MI), santri di Taman Pendidikan Alquran (TPQ), dan masyarakat sekitar. Acara ini juga untuk merayakan ulang tahun ke-33 Kota Tangerang.
Ketua Panitia Semarak Ramadan Rumah Bocil Pojok Nusantara, Ustadzah Ernawati, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kecintaan terhadap Alquran pada anak-anak dan membina karakter religius sejak usia dini melalui kegiatan edukatif dan menyenangkan.
"TPQ adalah tempat pertama bagi banyak anak untuk belajar tentang Alquran. Dari tempat sederhana ini, anak-anak belajar membaca, menghafal, dan memahami nilai-nilai moral dan kebersamaan," kata Ustadzah Ernawati di Kenanga, Cipondoh, Kota Tangerang, Ahad (8/3/2026).
Rangkaian kegiatan Semarak Ramadan meliputi beberapa lomba bertema Islami, seperti lomba hafalan Alquran untuk Juz 30, lomba azan, cerdas cermat Islami, dan lomba mewarnai. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan diri dan kreativitas anak-anak.
Selain perlombaan, Rumah Bocil Pojok Nusantara juga menyalurkan bantuan santunan untuk anak yatim, ojol dan kurir sebagai ikhtiar sosial untuk membantu meringankan saudara saudara yang membutuhkan.
Panitia juga menyelenggarakan Bazar Ramadhan, yang melibatkan orang tua siswa dan masyarakat sekitar. Bazar ini diharapkan dapat menciptakan ruang kebersamaan dan dukungan untuk kegiatan pendidikan Alquran di lingkungan TPQ.
Menurut Ustadzah Ernawati, kegiatan seperti ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar kompetisi atau acara seremonial. Melalui TPQ, anak-anak tidak hanya belajar membaca Al-Quran tetapi juga dibimbing untuk mengembangkan akhlak yang baik, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama.
"TPQ menghasilkan generasi yang memahami nilai-nilai iman dan kemanusiaan sejak usia dini. Oleh karena itu, dukungan masyarakat sangat penting untuk kelanjutan pengembangan kegiatan pendidikan Alquran," ungkapnya.
Panitia berharap Ramadan akan memberikan ruang bagi kolaborasi antara masyarakat, lembaga pendidikan, dermawan dan pemerintah untuk memperkuat syiar Alquran melalui TPQ.
"Ramadhan adalah waktu terbaik untuk berbagi dan menumbuhkan amal kebaikan. Kami berharap lebih banyak orang akan mendukung pendidikan Alquran untuk anak-anak," ujar ustazah Ernawati.

17 hours ago
6
















































