REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Fakultas Teknologi Informasi (FTI) Universitas Nusa Mandiri (UNM) terus menghadirkan inovasi dalam sistem akademiknya. Kini, mahasiswa Program Magister Informatika UNM, tidak hanya menempuh jalur tesis konvensional, juga bisa memilih skema Rekognisi Publikasi Karya Ilmiah dan Inovasi Teknologi (RPKIIT) sebagai alternatif tugas akhir.
Program ini membuka dua jalur utama penyelesaian studi, yakni melalui publikasi jurnal ilmiah bereputasi dan pengembangan inovasi teknologi atau prototipe. Skema ini untuk mendorong mahasiswa menghasilkan karya yang tidak hanya bersifat akademis, juga berdampak nyata bagi masyarakat dan industri.
Ketua Program Magister Informatika UNM, Prof Dr Agus Subekti menjelaskan, kebijakan ini merupakan bagian dari transformasi pembelajaran berbasis riset dan inovasi.
“Kami mendorong mahasiswa tak hanya menyusun tesis, juga menghasilkan publikasi ilmiah bereputasi dan inovasi teknologi yang memberikan kontribusi nyata. Ini nilai tambah dalam menghadapi persaingan global,” ujarnya dikutip Selasa (21/4/2026).
Dalam implementasinya, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis menetapkan skema penilaian yang terukur. Mahasiswa yang berhasil mempublikasikan artikel pada jurnal internasional terindeks minimal Scopus Q3 dapat memperoleh nilai minimal A-. Sedangkan publikasi pada jurnal Q2 dan Q1 dapat dikonversi menjadi nilai A.
“Tak hanya itu, pada jalur inovasi teknologi, mahasiswa yang menghasilkan karya berbasis prototipe atau solusi aplikatif berpeluang memperoleh pengakuan melalui paten. Hak paten dikonversi setara nilai A, sedangkan paten sederhana setara A-,” jelasnya.
Menurut dia, seluruh karya yang diajukan wajib relevan dengan bidang keilmuan, melibatkan dosen pembimbing, serta mencantumkan afiliasi UNM. Ini bagian dari upaya memperkuat budaya riset dan publikasi di lingkungan kampus.
Melalui program RPKIIT, papar Prof Agus, UNM sebagai Kampus Digital Bisnis menegaskan komitmennya mencetak lulusan magister yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga inovatif, adaptif, dan siap menjawab kebutuhan industri digital.
“Dengan skema ini, mahasiswa diharapkan mampu menghasilkan karya berdaya saing global sekaligus berkontribusi dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan percepatan transformasi digital di Indonesia,” tutupnya.

2 hours ago
1














































