Teknik Belajar Pomodoro tak Selalu Efektif? Berikut Penjelasannya!

2 hours ago 1

Image Amani Humaira Azizah

Eduaksi | 2026-06-23 17:03:29

https://www.pexels.com/id-id/foto/buku-buku-pustaka-membaca-belajar-6549344/" /> Foto oleh Tima Miroshnichenko dari Pexels: https://www.pexels.com/id-id/foto/buku-buku-pustaka-membaca-belajar-6549344/

Amani Humaira Azizah, Rachmat Mulyono

Di zaman sekarang, siapa sih pelajar yang nggak tahu teknik Pomodoro? Mulai dari aplikasi seperti Forest dan Study Bunny di Play Store, sampai video Study With Me di YouTube, hampir semuanya menjagokan metode ini. Tapi, pernah nggak kamu merasa bukannya makin fokus, malah jadi capek karena sebentar-sebentar harus berhenti pas lagi sayang-sayangnya sama materi? Ternyata, riset terbaru menunjukkan kalau teknik Pomodoro nggak selalu efektif bagi semua orang. Alih-alih membantu, metode ini justru berisiko memicu kelelahan mental jika tidak diterapkan dengan benar. Kok bisa, ya? Yuk, simak penjelasannya berdasarkan sudut pandang riset terbaru!

Istirahat Kaku vs Kendali Mandiri: Mana yang Lebih Manusiawi?

Bagi sebagian orang, aturan kaku Pomodoro di mana kita dipaksa berhenti setiap 25 menit justru bisa menjadi bumerang. Bayangkan kamu sedang asyik-asyiknya menulis materi tugas atau membaca buku, ide-ide sedang mengalir deras (kondisi yang dalam psikologi disebut sebagai flow state), lalu tiba-tiba alarm berdering menyuruhmu berhenti. Menyebalkan, bukan?

Penelitian terbaru dari Smits dkk (2025) menguji fenomena ini dengan membandingkan tiga teknik istirahat: Pomodoro, Flow Time (istirahat berdasarkan durasi fokus), dan Self-Regulated Break (bebas mengatur istirahat sendiri). Hasilnya cukup mengejutkan! Mahasiswa yang dipaksa belajar dengan metode Pomodoro ternyata mengalami peningkatan rasa lelah mental yang lebih cepat dan penurunan motivasi yang signifikan sepanjang sesi belajar dibandingkan mereka yang beristirahat secara mandiri.

Secara psikologis, setiap individu memiliki kapasitas cognitive load atau beban mental yang berbeda-beda. Ketika sebuah teknik memaksa otak untuk memutus fokus secara artifisial, kita justru membutuhkan energi kognitif yang lebih besar lagi hanya untuk mengembalikan konsentrasi ke tingkat semula (effort regulation). Riset lain oleh Biwer dkk. (2023) juga mengonfirmasi bahwa secara umum, Pomodoro tidak memberikan perbedaan hasil belajar yang mencolok jika dibandingkan dengan mahasiswa yang tahu kapan waktu terbaik bagi diri mereka sendiri untuk rehat.

Tapi Tunggu Dulu, Pomodoro Nggak Sepenuhnya Sang Ampas!

Meskipun riset di atas bersikap kritis terhadap efek kelelahannya, bukan berarti teknik warisan Francesco Cirillo ini tidak berguna sama sekali. Efektivitas Pomodoro ternyata sangat bergantung pada jenis materi yang kamu pelajari dan karakteristik personal kamu.

  • Senjata Ampuh Melawan Prokrastinasi

Kalau kamu tipe orang yang punya kebiasaan menunda-nunda pekerjaan (procrastination), struktur kaku Pomodoro adalah penyelamat. Penelitian oleh Dizon dkk (2021) menunjukkan bahwa metode ini sangat efektif menurunkan tingkat prokrastinasi secara signifikan pada mahasiswa. Janji "hanya fokus selama 25 menit" membuat tugas yang berat terasa lebih ringan untuk dimulai.

  • Sangat Cocok untuk Materi yang Padat Hafalan

Teknik ini juga terbukti juara untuk subjek yang membutuhkan konsolidasi memori visual dan hafalan berat. Contohnya dalam riset Ogut (2025), mahasiswa yang belajar materi anatomi yang sangat kompleks menggunakan interval terstruktur Pomodoro justru terbantu daya ingatnya karena otak diberikan jeda berkala untuk memproses informasi tanpa mengalami burnout. Hal serupa juga ditemukan oleh Santiago & Gurat (2023) pada siswa yang mempelajari Genetika Mendelian secara daring.

  • Alat Akuntabilitas dalam Pembelajaran Daring

Menjaga fokus saat kuliah tatap muka saja sudah menantang, apalagi saat belajar secara mandiri di rumah melalui layar laptop. Riset dari Costales dkk. (2021) menyoroti bahwa dalam lingkungan online learning, metode konvensional sering kali gagal menjaga akuntabilitas mahasiswa. Nah, Teknik Pomodoro hadir sebagai alat produktivitas yang efektif untuk membantu mahasiswa mendokumentasikan pemahaman dan menyelesaikan penilaian (assessment) dengan lebih terstruktur, sekaligus mengelola kelelahan mental akibat beban kerja daring yang menumpuk.

Jadi, Masih Perlu Pakai Pomodoro Gak Sih?

Kesimpulannya, teknik Pomodoro itu nggak sepenuhnya zonk, tapi juga bukan holy grail atau satu-satunya kunci sukses buat semua orang. Efektivitasnya balik lagi ke diri kamu sendiri, jenis tugas yang lagi kamu kerjain, dan bagaimana cara kamu mengatur energi mental (effort regulation).

Kalau kamu tipe yang susah banget buat mulai belajar dan gampang terdistraksi, cobalah pakai Pomodoro sebagai "pancingan" di awal. Tapi, kalau kamu tipe orang yang kalau sudah fokus penginnya lanjut terus tanpa diganggu, jangan ragu buat tinggalin alarm Pomodoro dan beralih ke teknik yang lebih fleksibel seperti Flowtime atau menentukan waktu istirahat secara mandiri (self-regulated breaks).

Kunci utama dari produktivitas yang sehat sebenarnya adalah metakognisi yaitu kemampuan kita untuk peka dan paham kapan otak benar-benar butuh istirahat, dan kapan otak masih siap untuk diajak "tempur". Jadi, jangan malas buat bereksperimen dengan berbagai teknik belajar ya!

Referensi

Biwer, F., Wiradhany, W., oude Egbrink, M. G. A., & de Bruin, A. B. H. (2023). Understanding effort regulation: Comparing "Pomodoro" breaks and self-regulated breaks. British Journal of Educational Psychology, 93(S2), 291–311. https://doi.org/10.1111/bjep.12593

Costales, J., Abellana, J. A., Gracia, J. S., & Devaraj, M. (2021). A learning assessment applying Pomodoro technique as a productivity tool for online learning. Proceedings of the 2021 13th International Conference on Education Technology and Computers, 148–152. https://doi.org/10.1145/3498765.3498844

Dizon, R. J., Ermitanio, H. D., Estevez, D. M., Ferrer, J., Flores, S. J., Fontanilla, K. M., Frias, A., Galang, E., Guei, N. F., & Sugay, J. (2021). The effects of Pomodoro technique on academic-related tasks, procrastination behavior, and academic motivation among college students in a mixed online learning environment. Globus Journal of Progressive Education, 11(2), 99–105. https://doi.org/10.46360/globus.edu.20212009

Ogut, E. (2025). Assessing the efficacy of the Pomodoro technique in enhancing anatomy lesson retention during study sessions: A scoping review. BMC Medical Education, 25(1), Article 1440. https://doi.org/10.1186/s12909-025-08001-0

Santiago, C., & Gurat, M. (2023). The effect of Pomodoro technique on student Mendelian genetics concept mastery during synchronous remote learning. International Research Journal of Management, IT and Social Sciences, 10(4), 233–243. https://doi.org/10.21744/irjmis.v10n4.2287

Smits, E. J. C., Wenzel, N., & de Bruin, A. (2025). Investigating the effectiveness of self-regulated, Pomodoro, and Flowtime break-taking techniques among students. Behavioral Sciences, 15(7), Article 861. https://doi.org/10.3390/bs15070861

Disclaimer

Retizen adalah Blog Republika Netizen untuk menyampaikan gagasan, informasi, dan pemikiran terkait berbagai hal. Semua pengisi Blog Retizen atau Retizener bertanggung jawab penuh atas isi, foto, gambar, video, dan grafik yang dibuat dan dipublished di Blog Retizen. Retizener dalam menulis konten harus memenuhi kaidah dan hukum yang berlaku (UU Pers, UU ITE, dan KUHP). Konten yang ditulis juga harus memenuhi prinsip Jurnalistik meliputi faktual, valid, verifikasi, cek dan ricek serta kredibel.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |