8 Tempat yang Mesti Kamu Hindari untuk Variasi Bercinta, Ini Alasannya

3 hours ago 3

CANTIKA.COMJakarta - Tak hanya soal kenyamanan dan privasi, lokasi saat bercinta ternyata juga dapat memengaruhi kesehatan reproduksi. Menurut dokter kandungan dan spesialis fertilitas Dr. Kath Whitton, beberapa tempat yang kerap dianggap romantis atau menantang justru berisiko mengganggu keseimbangan alami area intim, meningkatkan kemungkinan infeksi saluran kemih (ISK), iritasi, hingga vaginosis bakteri.

"Orang sering membahas dengan siapa dan bagaimana berhubungan seksual, tetapi jarang membicarakan di mana melakukannya. Padahal faktor lingkungan juga sangat penting," ujar Dr. Whitton.

Ia menjelaskan bahwa vagina memiliki ekosistem alami yang sedikit asam untuk menjaga keseimbangan bakteri baik. Ketika keseimbangan tersebut terganggu oleh air, panas, bakteri, atau gesekan berlebih, risiko masalah kesehatan intim dapat meningkat. Berikut beberapa lokasi yang sebaiknya dipertimbangkan ulang.

1. Jacuzzi dan Spa Umum

Bak air panas atau jacuzzi menempati urutan pertama dalam daftar lokasi yang perlu diwaspadai. Menurut Dr. Whitton, suhu hangat pada jacuzzi dapat mempercepat penurunan efektivitas disinfektan sehingga memungkinkan bakteri berkembang lebih mudah.

Salah satu bakteri yang sering ditemukan adalah Pseudomonas aeruginosa, yang dapat menyebabkan folikulitis atau infeksi pada folikel rambut. Aktivitas seksual juga berpotensi menimbulkan gesekan kecil pada kulit yang menjadi pintu masuk bakteri ke saluran kemih.

2. Sungai, Danau, dan Muara

Perairan alami memang menawarkan suasana yang lebih dekat dengan alam, tetapi kebersihannya sulit dikontrol. Sungai, danau, maupun muara dapat mengandung berbagai mikroorganisme seperti E. coli, norovirus, dan bakteri lain yang berasal dari limbah hewan, aktivitas pertanian, atau kontaminasi lingkungan. Saat terjadi gesekan dan kontak langsung pada area sensitif, bakteri tersebut berisiko masuk ke uretra dan memicu infeksi.

3. Kolam Renang Berklorin

Meski lebih terjaga dibanding perairan alami, kolam renang dengan kandungan klorin tetap memiliki risiko tersendiri. Air kolam bersifat lebih basa dibanding lingkungan alami vagina, sementara klorin dapat menyebabkan iritasi pada jaringan sensitif di area kewanitaan.

Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa paparan klorin dalam jangka panjang dapat memengaruhi keseimbangan flora normal vagina.

4. Pantai

Berhubungan seks di pantai mungkin terdengar romantis, tetapi pasir menjadi masalah utama. Butiran pasir dapat menyebabkan lecet mikro pada kulit yang sensitif dan sulit dibersihkan sepenuhnya jika masuk ke area intim. Kondisi ini dapat meningkatkan risiko iritasi, infeksi, serta membuat penggunaan kondom menjadi kurang optimal karena gesekan pasir.

5. Mata Air Panas Alami

Mata air panas menawarkan pemandangan yang menenangkan, tetapi kandungan mineral, pH, dan mikroorganisme di dalamnya tidak selalu terkontrol. Menurut Dr. Whitton, lingkungan seperti ini berpotensi mengandung bakteri, amuba, atau parasit yang dapat mengganggu kesehatan reproduksi. Selain itu, suhu tinggi juga dapat memengaruhi efektivitas kondom.

6. Kamar Mandi

Dibandingkan lokasi lain yang berhubungan dengan air, kamar mandi sebenarnya termasuk pilihan yang relatif lebih aman. Air yang terus mengalir membuat paparan bakteri lebih singkat dibanding kolam atau jacuzzi. Namun, risiko tergelincir tetap perlu diperhatikan. Selain itu, air dapat mengurangi pelumasan alami sehingga penggunaan pelumas berbahan silikon bisa menjadi pilihan untuk meningkatkan kenyamanan.

7. Mobil yang Panas

Kursi belakang mobil ternyata juga masuk dalam daftar lokasi yang kurang ideal. Material sintetis pada jok dapat menimbulkan gesekan berlebih, sementara suhu panas di dalam mobil menciptakan lingkungan yang mendukung pertumbuhan jamur penyebab infeksi. Tak hanya itu, suhu tinggi juga dapat memengaruhi kualitas kondom berbahan lateks.

8. Tempat yang Tidak Memungkinkan Buang Air Kecil Setelahnya

Menurut para ahli, buang air kecil setelah berhubungan seks merupakan salah satu langkah sederhana yang efektif membantu mengurangi risiko infeksi saluran kemih. Karena itu, lokasi terpencil seperti area festival, tempat terbuka, atau lokasi yang tidak memiliki akses toilet memadai sebaiknya dihindari. Kebiasaan buang air kecil setelah berhubungan membantu membersihkan bakteri yang mungkin masuk ke uretra sebelum berkembang menjadi infeksi.

Menjaga Kesehatan Intim Tetap Jadi Prioritas

Meski seks spontan di lokasi yang tidak biasa sering dianggap lebih menarik, kesehatan reproduksi tetap perlu menjadi pertimbangan utama. Menjaga kebersihan area intim, memilih lokasi yang aman, menggunakan pelindung seperti kondom, serta memastikan akses terhadap fasilitas kebersihan dapat membantu mengurangi berbagai risiko yang tidak diinginkan.

Menurut Dr. Whitton, sedikit perencanaan sebelum berhubungan seks dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan jangka panjang dan membuat pengalaman tetap nyaman tanpa mengorbankan kesehatan area intim.

ECKA PRAMITA | BODY AND SOUL

Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi Terkini Gaya Hidup Cewek Y dan Z di Instagram dan TikTok Cantika.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |