Ada Temuan Boraks dan E.Coli dalam Menu MBG di Anambas

1 hour ago 1

Badan Gizi Nasional (BGN) menyampaikan telah mendapatkan laporan hasil uji tes dari Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna setelah peristiwa keracunan makan bergizi gratis (MBG) di wilayah tersebut. Berdasarkan hasil uji tes tersebut, dinkes setempat menyatakan didapati kandungan boraks dan bakteri E.Coli dalam menu MBG.

Koordinator BGN Wilayah Kabupaten Kepulauan Anambas, Sahril, mengatakan pihaknya akan melakukan peningkatan pengawasan setelah mendapat hasil uji tes tersebut. Dia berujar, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) masih dapat kembali beroperasi setelah memenuhi seluruh standar yang ditetapkan. Salah satu syaratnya adalah memperbarui sertifikasi laik higiene sanitasi (SLHS).

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Tujuannya, kata dia, untuk memastikan peristiwa keracunan akibat mengkonsumsi makanan dari program MBG di wilayah itu terulang kembali. "Kita juga menekankan SPPG harus meningkatkan pengawasan serta perbaikan-perbaikan dalam pemenuhan standar BGN," ujar dia seperti dikutip dari Antara, Senin, 4 Mei 2026.

Ia mengonfirmasi, pada Rabu, 15 April 2026, sempat terjadi kejadian luar biasa (KLB) berupa keracunan makanan yang dialami para penerima manfaat program MBG di wilayah Air Asuk. Saat itu, Pemerintah Provinsi Riau bersama satgas MBG daerah setempat melakukan investigasi.

Tim dari Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Kesehatan Hewan bersama Dinkes Provinsi Kepulauan Riau juga langsung memeriksa kondisi kondisi korban setelah diduga keracunan mengonsumsi MBG. Pada saat itu, setidaknya ada 155 korban keracunan dari peristiwa tersebut.

Dalam rangka mengetahui penyebab keracunan, Pemerintah Kabupaten Kepulauan Anambas melakukan pengujian menggunakan sanitary kit (rapid test) dan mengirimkan sampel menu MBG ke BPOM Batam untuk dilakukan pengujian di laboratorium. "Hasil uji Dinas Kesehatan Kabupaten Natuna dari sampel sisa makanan mengandung boraks dengan kisaran kadar cemaran 100-5.000 miligram. Sementara hasil dari BPOM ditemukan E.coli," kata Sahril.

Ia menjelaskan hasil rapid test telah keluar pada 15 April, sedangkan hasil pengujian laboratorium baru diterima pada 28 April 2026. Namun, penyebab pasti tercemarnya air bersih dan menu makanan hingga kini masih belum diketahui. "Untuk penyebab masih akan kita lakukan penyelidikan lebih lanjut," katanya.

Read Entire Article
International | Nasional | Metropolitan | Kota | Sports | Lifestyle |