Agustina Arumsari (kanan).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Presiden Prabowo Subianto menunjuk Agustina Arumsari sebagai Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru menggantikan Lodewijk Pusung. Penunjukan yang diumumkan Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi pada Selasa (2/6/2026) itu diharapkan dapat memperkuat tata kelola, pengawasan, dan akuntabilitas pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Nama Agustina bukan sosok baru dalam dunia pengawasan keuangan negara. Sebelum bergabung ke BGN, ia menjabat sebagai Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), mendampingi Muhammad Yusuf Ateh. Ia dilantik Presiden Prabowo pada Februari 2025 dan mencatatkan sejarah sebagai wakil kepala pertama sejak BPKP berdiri pada 1983.
Perempuan yang berkarier dari lingkungan internal BPKP itu menempuh pendidikan Diploma III dan Diploma IV di Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN), masing-masing lulus pada 1992 dan 1998. Setelah itu, ia melanjutkan pendidikan Magister Hukum di Universitas Indonesia dan menyelesaikannya pada 2014.
Kompetensinya sebagai auditor diperkuat oleh berbagai sertifikasi profesional di bidang audit, investigasi dan manajemen risiko. Di antaranya Certified Fraud Examiner (CFE), Certified Forensic Auditor (CFrA), Chartered Accountant (CA), Qualified Internal Auditor (QIA), Certified Government Chief Audit Executive (CGCAE), hingga Certified Internal Audit Executive (CIAE). Agustina juga mengantongi sejumlah sertifikasi manajemen risiko yang menunjang tugas pengawasan sektor publik.
Karier Agustina berkembang melalui berbagai posisi strategis di BPKP. Ia pernah menjabat sebagai Asisten Pengawas Keuangan dan Pembangunan Madya di Perwakilan BPKP Sumatera Barat sebelum dipercaya menjadi Direktur Investigasi BUMN dan BUMD pada 2017. Dua tahun kemudian, ia menjabat Direktur Investigasi III dan pada 2020 diangkat sebagai Deputi Kepala BPKP Bidang Investigasi.
Pengalaman panjang di bidang investigasi membuat Agustina terlibat dalam sejumlah penanganan kasus yang mendapat perhatian publik. Salah satunya saat BPKP menyampaikan hasil penghitungan kerugian negara dalam perkara korupsi tata niaga timah kepada Kejaksaan Agung pada 2024. Perannya di bidang investigasi menjadikannya salah satu figur penting dalam penguatan sistem pengawasan internal pemerintah.
Sepanjang 2025, Agustina juga aktif memperkuat kapasitas organisasi BPKP melalui pelantikan pejabat serta mendorong peningkatan integritas dan profesionalisme aparatur. Ia kerap menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor untuk memastikan proyek-proyek strategis nasional berjalan transparan dan akuntabel. Bekal pengalaman puluhan tahun di bidang audit, investigasi, pengawasan keuangan, dan manajemen risiko itulah yang kini menjadi modal utama Agustina dalam mengawal tata kelola Program Makan Bergizi Gratis di BGN.
sumber : Antara

2 hours ago
2

















































